Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Berburu Sunrise dan Sunset di Dermaga Kaipuri, Pulau Kurudu, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Berburu Sunrise dan Sunset di Dermaga Kaipuri, Pulau Kurudu kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Berburu Sunrise dan Sunset di Dermaga Kaipuri, Pulau Kurudu mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Jauh di ujung Timur Kepulauan Yapen, terdapat Pulau Kurudu yang merupakan salah satu distrik dari wilayah pemerintahan di kabupaten tersebut.
Kecuali bagi mereka yang berasal dari sekitar wilayah Teluk Cenderawasih, atau wilayah adat Saireri, Pulau Kurudu belum banyak diketahui masyarakat Papua lainnya. Apalagi untuk mereka yang berasal dari dataran pegunungan Papua.
Lokasi Pulau Kurudu sangat strategis bagi jalur transportasi kapal laut yang beroperasi di Papua. Dua selat yang diciptakan di kedua ujung pulau adalah jalan bagi kapal laut khususnya kapal perintis yang hendak menuju ke Serui, Waropen dan Nabire dari Jayapura, mau pun arah sebaliknya.
Sesuai dengan namanya, Pulau Kurudu, masyarakat di tempat ini sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Hasil-hasil tangkapan ikan yang didapat rata-rata dijual ke sesama warga pulau, atau dibawa menuju Serui untuk dijual.
Untuk akses transportasi umum warga, hanya tersedia kapal perintis yang masuk ke Pulau Kurudu. Baik masuk di dermaga Kurudu yang berada di sebelah utara pulau dan dermaga Kaipuri di selatan pulau.
Masyarakat setempat juga kerap memanfaatkan masuknya kapal perintis ke dermaga Kurudu dan Kaipuri untuk menjual hasil tangkapan laut mereka. Ada yang sudah dimasak mau pun ikan-ikan segar mentah yang ditawarkan kepada para penumpang transit.
Begitulah kira-kira gambaran kecil kehidupan masyarakat di Pulau Kurudu. Mereka sebagian besar ditopang kekayaan alam baharinya yang luar biasa.
Berburu Sunrise dan Sunset
Bagi penumpang kapal perintis yang pernah transit di Dermaga Kaipuri, menikmati sunrise dan sunset merupakan bonus dalam perjalanan.
Jika kapal masuk pada malam hari dan berlabuh di dermaga hingga pagi hari, maka pengunjung dapat menikmati pemandangan sunrise atau matahari terbit dengan begitu jelas.
Begitu juga jika kapal masuk di sore hari, maka keindahan matahari terbenam yang seakan ingin tenggelam ke dalam laut jadi obat mencuci mata dalam lelahnya perjalanan.
Ada satu lagi, di dermaga Kaipuri air lautnya sangat bersih dan tak ada larangan bagi siapa saja yang ingin mandi di sana sembari menunggu kapal yang sedang berlabuh.
Berburu Sunrise dan Sunset di Dermaga Kaipuri, Pulau Kurudu
0 Response to "Berburu Sunrise dan Sunset di Dermaga Kaipuri, Pulau Kurudu"
Post a Comment