Selama 2016, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Sebesar 17,3 Juta Dollar Amerika

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Selama 2016, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Sebesar 17,3 Juta Dollar Amerika, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Selama 2016, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Sebesar 17,3 Juta Dollar Amerika kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Selama 2016, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Sebesar 17,3 Juta Dollar Amerika mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Maskapai penerbangan plat merah, Garuda Indonesia, mencatatkan pendapatan yang fantastis selama tahun 2016 yaitu sebesar 17,3 juta dollar Amerika Serikat (Rp 227,7 miliar).


Pendapatan tersebut didapatkan Garuda Indonesia dari total sembilan jadwal terbang tiap harinya dari Bandara Sentani, Jayapura.


“Ada kenaikan pendapatan tiga persen dibanding tahun sebelumnya, jadi pendapatan Garuda di Jayapura sebesar 17,3 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya 17 miliar dolar AS,” ujar Sales and Marketing Manager Garuda Cabang Jayapura Octavianus JH Tampi kepada Antara, Minggu (29/1).


“Grafik (terbang) kita juga meningkat, ada penambahan rute penerbangan ke Nabire, jadi sekarang ada sembilan penerbangan,” sambungnya.


Garuda Indonesia menurut Octavianus juga mencatatkan jumlah keterisian kursi penumpang hingga 80 persen yang termasuk dalam kategori memuaskan.


“Dari sisi okupansi (seat load factor/SLR) rata-rata sampai 80 persen, ini dibanding tahun lalu meningkat 2-3 persen,” katanya.


Lebih lanjut Octavianus menjelaskan rute penerbangan langsung Jayapura-Jakarta atau sebaliknya hingga saat ini masih menjadi menu favorit para pengguna jasa maskapai terbaik dalam negeri itu.


Terkait kebutuhan jasa penerbangan yang tinggi di Papua, Octavianus menegaskan bahwa pihaknya akan terus fokus untuk memperbanyak jumlah penerbangan intra Papua yang akan disesuaikan dengan tingginya permintaan pasar.


“Sementara sumbangan rute penerbangan intra Papua LSR mencapai 65 persen. Kita ingin mengembangkan Papua, ada rencana untuk menambah rute penerbangan ke beberapa daerah lain di Papua dengan pesawat ATR,” katanya.





Selama 2016, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Sebesar 17,3 Juta Dollar Amerika

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selama 2016, Garuda Indonesia Catat Pendapatan Sebesar 17,3 Juta Dollar Amerika"

Post a Comment