Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang BNN Filipina Tembak Mati Seorang Walikota Pengedar Narkotika, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai BNN Filipina Tembak Mati Seorang Walikota Pengedar Narkotika kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan BNN Filipina Tembak Mati Seorang Walikota Pengedar Narkotika mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
BeritaSimalungun.com, Manila-Polisi Anti Narkoba yang dibentuk Presiden Duterte menembak mati Walikota Manguindanao di Selatan Filipina, Samsudin Dimaukom. Dimaukom tewas dalam operasi anti narkoba Jumat, 28 Oktober 2016.
Penembakan itu terjadi di sebuah pos pemeriksaan di Barangay Bulatukan, Makilala, Cotabato Utara, pada pukul 04.30 waktu setempat. Dimaukom tewas bersama sembilan orang lainnya.
“Mereka tidak tahu jumlah kami 30 orang dan dalam posisi siap,” kata Mayor Jovit Culaway, kepala unit anti obat ilegal Mindanao.
Jovit menjelaskan, sebelum penembakan, Dimaukom tengah memimpin konvoi yang diduga akan mengangkut obat-obatan terlarang ke Maguindanao dan daerah Cotabato.
Menurut polisi ketika mereka tiba di pos pemeriksaan, mobil Dimaukom melambat, lalu pengawalnya membuka pintu dan mulai menembakkan senjata ke arah polisi. Namun karena kalah jumlah, serangan mereka dipatahkan pasukan anti narkoba.
Dimaukom dan istrinya, Wakil Wali Kota Bai Anida Dimaukom, berada dalam daftar pejabat lokal yang terlibat penjualan narkoba. Duterte pun mengeluarkan daftar pejabat itu kepada masyarakat pada Agustus 2016. Polisi pernah menggerebek rumah Dimaukom pada 27 September 2016, namun tidak ditemukan barang bukti berupa narkoba.
Dimaukom dan istrinya dikenal sebagai orang yang baik dan juga digelari pasangan perdamaian dan pembangunan oleh warganya. Keduanya selama memimpin telah melaksanakan berbagai proyek pembangunan sosial seperti Masjid Pink, terminal transportasi, dan proyek perumahan.
Berdasarkan undang-undang, istrinya, Bai Anida akan diangkat menjadi wali kota, sedangkan dewan kota pertama Anwar Sindatuk akan diangkat sebagai wakil wali kota.
Dimaukom akan dikuburkan di kompleks Masjid Pink Barangay Salvo Datu Saudi Ampatuan, Maguindanao. Sebagai peringataan akan kematiannya, bendera Filipina setengah tiang akan dinaikkan di kantor-kantor pemerintahan kotanya. (*)
Sumber: (RAPPLER)
0 Response to "BNN Filipina Tembak Mati Seorang Walikota Pengedar Narkotika"
Post a Comment