Cerita "Tiba-tiba" Luhut B Panjaitan

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Cerita "Tiba-tiba" Luhut B Panjaitan, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Cerita "Tiba-tiba" Luhut B Panjaitan kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Cerita "Tiba-tiba" Luhut B Panjaitan mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Bertemu Presiden Jokowi di acara Sail Selat Karimata di Kayong Utara, sehari setelah pelantikan Menteri ESDM definitif.

Menanam pohon di acara Sail Selat Karimata di Kayong Utara.

Sertijab di Kantor Kementerian ESDM, Senin 17 Oktober 2016. IST

Rapat sertijab hari ini di kantor Kementerian ESDM, Senin 17 Oktober 2016. IST
BeritaSimalungun.com-Selama hampir 2 tahun di pemerintahan ini, saya mengingat banyak hal yang terjadi secara tiba-tiba. Tanggal 15 Agustus 2016, waktu itu saya masih memakai piyama, tiba-tiba membaca pengumuman bahwa saya diangkat menjadi Plt Menteri ESDM. 

Jumat lalu juga sama. Saya sudah mau naik pesawat terbang menuju Kayong-Kalimantan Barat, diberitahu bahwa Pak Jonan dilantik sebagai Menteri ESDM dan Pak Arcandra sebagai wakilnya siang itu juga.

Sama saja ketika saya diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada akhir 2014. Waktu itu saya sedang liburan ke luar kota, tiba-tiba ditelpon untuk balik ke Jakarta.

Hal ini terjadi juga pada 11 Agustus 2016. Malam itu saya masih bersama Pak Presiden, tanpa diberitahu tiba-tiba besok paginya saya dilantik menjadi Menko Polhukam. 

Kejadian tiba-tiba ini terulang lagi ketika saya ditunjuk menjadi Menko Maritim. Hari itu saya masih satu mobil dengan Pak Presiden di Magelang. Tiba-tiba pada malam harinya saya diberitahu jika saya digeser untuk menjadi Menko Maritim.

Menghadapi berbagai situasi tersebut, saya hanya bisa bilang, “siap laksanakan,” tidak ada lagi jawaban lain.

Tapi itulah misteri hidup. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita. Oleh karena itu marilah kita bekerja saja dengan baik sesuai bidang masing-masing, tidak perlu over react dan 'ojo dumeh'.

Inilah yang saya sampaikan pada acara serah terima jabatan hari ini kepada Pak Jonan dan Pak Arcandra.

Saya berharap agar setiap keputusan di ESDM dapat terus diambil berdasarkan kajian ilmiah dengan menggunakan data-data yang valid. Jangan hanya pakai perasaan. Kalau jatuh cinta, barulah harus pakai perasaan. (FB Luhut Binsar Panjaitan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita "Tiba-tiba" Luhut B Panjaitan"

Post a Comment