Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Insiden Manokwari Telan Korban, Kapolda Papua Barat Siap Diperiksa, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Insiden Manokwari Telan Korban, Kapolda Papua Barat Siap Diperiksa kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Insiden Manokwari Telan Korban, Kapolda Papua Barat Siap Diperiksa mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa menyatakan dirinya siap diperiksa atas insiden yang menewaskan satu orang korban di Kompleks Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Rabu (26/10) pekan lalu.
Insiden yang berawal dari masalah ‘nasi bungkus’ dan berujung ditikamnya salah seorang warga Sanggeng memicu amarah warga yang kemudian langsung membakar pos polisi yang sementara dibangun beserta sejumlah unit motor patroli polisi.
Setelah tembakan peringatan diberikan massa masih tetap mengamuk, timah panas pun akhirnya merenggut nyawa Onesimus Rumayom (40).
Menurut Brigjen Pol Royke Lumowa, aparat saat insiden berlangsung anggotanya dalam kondisi terjepit dengan kepungan massa dan hanya memiliki sedikit pilihan.
“Dalam kondisi seperti itu tiga pilihan. Pertama kalinya lari untuk menyelamatkan diri, kedua panik dan menembak semua orang yang ada di hadapan kalian, dan ketiga tegak pada aturan, konsentrasi dan berusaha menyelamatkan warga serta mencegah anarkisme yang lebih membahayakan. Poin ketiga ini yang kalian lakukan,” kata Royke.
Atas insiden tersebut Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa meminta maaf kepada masyarakat setempat dan dirinya menyatakan siap diperiksa terkait insiden yang sempat membuat malam di Kabupaten Manokwari mencekam.
Lebih lanjut dirinya juga menegaskan bahwa dalam membangun tanah Papua, dirinya beserta para personil di wilayah Provinsi Papua Barat tidak boleh membeda-bedakan satu sama yang lain.
“Jadi polisi di Tanah Papua harus siap terhadap setiap situasi dan kondisi yang terjadi. Kita pun harus bisa membangun Papua tanpa membeda-bedakan suku, agama dan latar belakang apapun,” katanya.
Insiden Manokwari Telan Korban, Kapolda Papua Barat Siap Diperiksa
0 Response to "Insiden Manokwari Telan Korban, Kapolda Papua Barat Siap Diperiksa"
Post a Comment