JADILAH JURNALIS PEMBALUT LUKA

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang JADILAH JURNALIS PEMBALUT LUKA, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai JADILAH JURNALIS PEMBALUT LUKA kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan JADILAH JURNALIS PEMBALUT LUKA mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

St Rohni br Saragih. Syukuran Ulang Tahun ke-70 dan Peluncuran buku "Dia Membalut dan Memulihkan Luka" di Deli Room, Hotel Danau Toba Medan, 15 Oktober 2016. "Semua tantangan, rasa sakit yang kualami, hanyalah jalan Tuhan untuk membuatku semakin mengenalNya, merasakan kuasaNya dalam hidupku".
BeritaSimalungun.com-Jurnalis, dulunya kami sebut "wartawan", hendaknya konsisten dengan kebenaran dan mencerahkan masyarakat Indonesia.

Bukan membuat fakta menjadi fiksi. Menulis kisah yang hanya membuat masyarakat semakin bingung, khawatir, cemas, bahkan takut.(Baca: Kami Beda Keyakinan, Tapi Tetap Satu Darah & Saling Mengasihi)

Jurnalis seharusnya memedomani 5W+1H dengan nurani, kode etika Jurnalistik dengan konsisten, jangan hanya dengan kepentingan sesaat, apalagi menyesatkan.

Buatlah tulisan yang memberi harapan, bukan pesimis. Buatlah kisah yang mengarah pada persatuan, bukan mengadu domba. Janganlah menggambarkan situasi seolah neraka, padahal rakyat damai damai aja.

Jadilah jurnalis yang membela nasib bangsanya sendiri. Bukan membela kepentingan kepentingan asing yang akan menghancurkan bangsa sendiri.

Negara negara Arab, Jahudi, Amerika, Australia, Eropa, itu negara asing lho. Jangan dikira hanya Amerika aja yang asing.

Nasib bangsa ini banyak di tangan pena jurnalis. Sadarlah! Pena jurnalis itu tajam. Bisa mengeluarkan duri, menyembuhkan luka.

Tapi sebaliknya, penamu bisa juga melebarkan luka, menambah luka baru yang tak kunjung sembuh, bahkan menanam duri dalam daging.

Gunakanlah pena yang tajam itu untuk menyembuhkan, bukan melukai! Jadilah jurnalis pencabut duri, PEMBALUT LUKA. (St Jannerson Girsang)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JADILAH JURNALIS PEMBALUT LUKA"

Post a Comment