Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Jumlah Penumpang Kapal Laut di Papua Menurun, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Jumlah Penumpang Kapal Laut di Papua Menurun kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Jumlah Penumpang Kapal Laut di Papua Menurun mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kapal laut di Papua mengalami penurunan pada periode Agustus 2016.
Dalam data BPS Papua, jumlah penumpang kapal laut yang berangkat di bulan Agustus berada di angka 8.205 orang atau jauh menurun 52,02 persen dibanding periode bulan Juli yang mencapai angka 17.100.
Kemudian untuk jumlah penumpang yang datang pada bulan Agustus tercatat 16.876 yang mana juga mengalami penurunan 17 persen dari bulan Juli yang berada di angka 20.332 penumpang.
Kondisi ini diprediksi karena harga tiket transportasi udara telah kembali normal di bulan Agustus sehingga masyarakat lebih condong berangkat menggunakan pesawat.
Sedangkan pada bulan Juni-Juli harga tiket pesawat di Papua mengalami kenaikan yang sangat drastis mengingat bersamaan dengan libur lebaran dan libur sekolah, yang menyebabkan transportasi laut terpaksa dipilih masyarakat.
Sementara itu, dalam data lain BPS menyebut volume barang yang dibongkar di seluruh pelabuhan yang ada di Papua terus meningkat. Jika di bulan Juli total bongkar muat barang tercatat 65.653 ton, pada bulan Agustus naik menjadi 92.099 ton atau lebih banyak 40,28 persen.
Telah berjalannya program ‘tol laut’ pemerintah pusat terus memberikan dampak yang cukup signifikan karena arus barang dari pulau Jawa dan Sulawesi yang dikirim ke Papua menjadi lebih banyak.
Jumlah Penumpang Kapal Laut di Papua Menurun
0 Response to "Jumlah Penumpang Kapal Laut di Papua Menurun"
Post a Comment