Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kami Beda Keyakinan, Tapi Tetap Satu Darah & Saling Mengasihi, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kami Beda Keyakinan, Tapi Tetap Satu Darah & Saling Mengasihi kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kami Beda Keyakinan, Tapi Tetap Satu Darah & Saling Mengasihi mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
BeritaSimalungun.com-Perbedaan keyakinan, janganlah sampai memisahkan tali persaudaraan. Perbedaan keyakinan janganlah sampai mencabik silaturahmi pergaulan. Perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menolong. Perbedaan keyakinan bukanlah alat untuk saling memusuhi bahkan bukan untuk caci maki. Tapi marilah perbedaan keyakinan merajut keharmonisan sesama mahluk ciptaan Tuhan Yang Mulia.
Perbedaan keyakinan itu ternyata bukan jembatan pemisah diantara persaudaraan. Ini dialami Keluarga Besar Saragih Manihuruk asal Desa Hutaimbaru, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara yang sudah lama merantau ke Bandung, Jawa Barat.
Dari sembilan bersaudara, Doktor Amin Sar Manihuruk Drs, MS, sejak menikah dengan DR Sally Astuty W tetap rukun dengan saudaranya yang lain hingga kini yang beda keyakinan antara Nasrani dan Islam.
Disaat Hari Raya Idul Fitri tiba, keluarga DR Amin Sar Manihuruk berkunjung dan mengucapkan Selamat Idul Fitri. Dan begitu juga sebaliknya, jika saudaranya Merayakan Natal, ucapan dan silaturahmi juga datang dari DR Amin Sar Manihuruk. Begitulah seterusnya, tanpa ada yang berbeda.
Seperti kata bijak mengatakan, “Sesungguhnya Tuhanmu adalah Tuhan ku juga, Tuhanku adalah Tuhanmu Juga. Maka mari sembah dan puji Dia. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan kerukunan serta tali silaturahmi keluarga dan masyarakat”.
Pada pernikahan Rezeki Hotdo Gamaliel Saragih Manihuruk S Sn putra kedua dari St R Hamonangan (Monang) Saragih Manihuruk SH-St Adriani Heriaty Sinaga MH (Bandung) dengan Ustika Rahayu Girsang S S putri dari Johansen Girsang-Santauli Br Saragih Turnip (Tambahan Pematang Raya-Simalungun), di Bandung, Sabtu 13 Agustus 2016 lalu, Doktor Amin Sar Manihuruk Drs, MS dengan DR Sally Astuty W dan putri mereka Artha Br Saragih Manihuruk hadir dengan pakaian Muslimah.
Tak ada yang asing bagi keluarga Monang Saragih yang merupakan adik kandung dari DR Amin Sar Manihuruk itu. Bahkan DR Sally Astuty W dan putri mereka Artha Br Saragih Manihuruk dengan pakaian Muslimah, khusuk mengikuti Ibadah Pernikahan di Gereja GKPS Bandung PDAM Sabtu 13 Agustus 2016 lalu.
Kemudian pada Sabtu 8 Oktober 2016 di Bandung, Putra DR Amin Sar Manihuruk-DR Sally Astuty W d, Thogu Manihuruk melakukan Resepsi Pernikahan Ala Muslim. Seluruh saudara dan keluarga DR Amin Sar Manihuruk hadir merestui pernikahan Thogu Manihuruk dan Annisa Isfandiary Ismandiya. Kedua mempelai merupakan Muslim.
Ucapan selamat dari saudaranya Thogu Manihuruk-pun mengalir kepada kedua mempelai, yang mempersunting Putri Asal Jawa Barat. Suasana kekeluargaan terjalin pada acara resepsi itu, walau beda keyakinan.
Mora Saragih: “Congrats big bro Thogu Manihuruk. Maafkeun kami batal hadir soalnya Letta masih harus kontrol ke dokter. Abis opname Jumat yang lalu. Mugia pun abang jeung nasikaha Annisa Isfandiary Ismandiya langgeng jaya, janten sakinah, mawadah, warohmah,” ujar Mora Saragih yang merupakan putra sulung dari Monang Saragih- St Adriani Heriaty Sinaga MH.
Walau kami berbeda keyakinan, tapi kami tetas satu darah. Sementara Perbedaan Agama (Muslim dan Kristen) Tidak Menghalangi Kumpulan Damanik-Boru-Panogolan Untuk Bersuka Cita di Pesta Bona Tahun Minggu 4 Maret 2012.
Umat Muslim dan Kristen Sama-Sama Doa Bersama Secara Bergantian Untuk Meminta Perlindungan Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perbedaan Keyakinan, Tak Memutus Tali Silaturahmi. Tapi berbedaan keyakinan membuat kami semakin saling peduli dan melengkapi. Hidup Rukun dan Damai, Hendaknya Menyelimuti NKRI. Semoga. (Asenk Lee Saragih)
Doa Muslim Bp S Damanik Mayang, Doa Kristen Oleh St Radesman Saragih S Sos). Sungguh Perbendaan Kepercayaan yang Dibalut Kebersamaan Adat, Budaya Simalungun. Foto Asenk Lee Saragih
0 Response to "Kami Beda Keyakinan, Tapi Tetap Satu Darah & Saling Mengasihi"
Post a Comment