Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ketika Mungil-Mungil Persipura Runtuhkan Arema di Mandala, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ketika Mungil-Mungil Persipura Runtuhkan Arema di Mandala kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ketika Mungil-Mungil Persipura Runtuhkan Arema di Mandala mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Sebelum laga Persipura menghadapi Arema Cronus dimulai, kepergian Boaz Solossa ke TC Timnas Indonesia tentu memberikan rasa khawatir kepada tuan rumah.
Namun faktanya, kekhawatiran itu justru bertolak belakang dengan hasil pertandingan. Persipura sukses melumat Arema 2-0 sekaligus merangsek ke urutan dua klasemen sementara Torabika Soccer Championship (2016), terpaut hanya tiga poin dari Madura United di posisi puncak.
Tanpa Boaz, Pelatih Angel Alfredo Vera secara mengejutkan memasang trio pemain mungil untuk menggedor pertahanan Arema, yaitu Ferinando Pahabol, Lukas Mandowen dan Osvaldo Haay.
Alfredo memilih menyimpan legiun asing Edward Wilson Junior dan playmaker Ricardinho ditambah Bio Paulin di bangku cadangan, sehingga Persipura hanya bermain dengan satu pemain asing, Yoo Jae Hoon, sejak kick off.
Strategi ini ternyata cukup berjalan baik. Meski hingga turun minum skor 0-0 tetap tak berubah, pergerakan ketiga pemain mungil ini cukup membantu Persipura dalam mengontrol pertandingan dan mengkreasikan peluang berbahaya.
Puncaknya ketika memasuki babak kedua. Menit 54, Osvaldo Haay berhasil memecah kebuntuan usai memanfaatkan bola pantulan sundulan Yohanis Tjoe di tiang jauh.
Dengan lompatan mendahului bek Arema Ryuji Utomo, Osvaldo menceploskan bola dengan kepalanya ke gawang Achmad Kurniawan untuk merubah papan skor.
Ferinando Pahabol sebenarnya mampu menambah pundi-pundi gol Persipura pada menit 71. Lolos dari jebakan offside, sepakannya mampu merobek gawang Arema. Sayang gol ini dianulir wasit karena saat mengontrol bola sebelumnya, Feri melakukan hand ball.
Kemenangan Persipura akhirnya dikunci gol Ricardinho pada menit 88. Memanfaatkan umpan silang rekannya yang juga masuk di babak kedua, Edward Junior Wilson, pemilik nama lengkap Ricardo Silva de Almeida ini mampu menggandakan keunggulan Mutiara Hitam menjadi 2-0 yang bertahan hingga laga usai.
Menang Segalanya
Tak hanya meraih tiga poin, Persipura juga sukses mematikan permainan Arema sepanjang 90 menit sehingga tak banyak peluang yang bisa diciptakan tim Singo Edan.
Labbola mencatat, Persipura unggul 63 persen penguasaan bola dibanding 37 persen punya Arema dalam laga tersebut.
Kunci Persipura dalam mengontrol pertandingan adalah pressing ketat yang dilakukan pemain-pemain Persipura langsung di daerah lawan ketika kehilangan bola. Hal ini memaksa Arema memainkan bola-bola panjang menuju Christian Gonzales untuk kemudian mudah dipatahkan.
Arema bahkan hanya memiliki 2 tembakan ke gawang (1 on target 1 off target) sepanjang permaianan. Sedangkan Persipura sukses membukukan 11 tembakan ke gawang.
Jumlah tendangan penjuru Persipura juga unggul jauh 11 berbanding 4 milik Arema.
“Sebenarnya kalau anak-anak tenang, kami bisa menang lebih dari itu,” ujar Angel Alfredo Vera seusai laga.
Ketika Mungil-Mungil Persipura Runtuhkan Arema di Mandala
0 Response to "Ketika Mungil-Mungil Persipura Runtuhkan Arema di Mandala"
Post a Comment