Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Natalius Pigai Sebut 5 Ribu OAP Dibunuh Selama Dua Tahun Jokowi Menjabat, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Natalius Pigai Sebut 5 Ribu OAP Dibunuh Selama Dua Tahun Jokowi Menjabat kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Natalius Pigai Sebut 5 Ribu OAP Dibunuh Selama Dua Tahun Jokowi Menjabat mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Sebanyak lima ribu Orang Asli Papua (OAP) dianiaya, disiksa, dan dibunuh sejak Jokowi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Hal tersebut diutarakan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menanggapi kunjungan Jokowi di Provinsi Papua 17-18 Oktober kemarin yang dinilai sangat tidak membawa perubahan yang signifikan dalam di Bumi Cenderawasih dan hanya menghabiskan dana APBD.
“Adanya fakta peristiwa di mana pelanggaran HAM terhadap kurang lebih 5.000 orang Papua yang ditangkap, dianiaya, disiksa, dan dibunuh hanya dalam dua tahun masa periode Beliau menunjukkan bukti bahwa menciptakan Tanah Papua damai dengan penyelesaian pelanggaran HAM hanya menjadi pelayanan bibir atau kata-kata,” katanya.
Namun sayang, pernyataan seorang Natalius Pigai langsung dibantah oleh Ketua Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Imdadun Rahmat yang mengatakan jumlah kasus pelanggaran HAM yang disebutkan Natalius Pigai tidak sebesar itu.
“Tidak sebesar itu” jelas Amdun yang mengakui laporan kasus pelanggaran HAM tidak sebanyak yang disebutkan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.
Natalius Pigai Sebut 5 Ribu OAP Dibunuh Selama Dua Tahun Jokowi Menjabat
0 Response to "Natalius Pigai Sebut 5 Ribu OAP Dibunuh Selama Dua Tahun Jokowi Menjabat"
Post a Comment