Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Papua Tidak Bisa Ditawar Karena NKRI Harga Mati, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Papua Tidak Bisa Ditawar Karena NKRI Harga Mati kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Papua Tidak Bisa Ditawar Karena NKRI Harga Mati mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kembali menegaskan bahwa Papua sudah menjadi bagian bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan harganya tak dapat ditawar lagi.
Hal tersebut dikatakan Menlu Retno menanggapi sejumlah berita yang gencar memberitakan dukungan negara-negara kepulauan pasifik yang mendukung kemerdekaan Papua karena menilai Indonesia gagal dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.
“Ada beberapa hal yang bisa dinegosiasikan dan beberapa yang tidak. Ketika kita berbicara tentang isu yang mendukung gerakan separatis, saya kira bukan cuma para Diplomat, tapi kita semua, percaya bahwa kita telah sampai pada titik kita dimana harus berhenti (berbicara)” tegas Menlu Retno dilansir The Jakarta Post, Rabu (5/10) kemarin.
Lebih lanjut Menlu Retno menegaskan bahwa Indonesia tetap pada pendiriannya dengan caranya sendiri akan menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu karena Indonesia adalah negara hukum.
Sebelumnya ramai diperbincangkan di media massa dukungan negara-negara pasifik yang ingin memisahkan Papua dari NKRI. Salah satunya datang dari Kepulauan Solomon yang lewat Perdana Menterinya mengatakan (menurut datanya sendiri) bahwa setiap tahun Indonesia membunuh 10 ribu Orang Asli Papua sehingga dalam kurun waktu 50 tahun terakhir terdapat 500 ribu Orang Asli Papua yang telah mati dibunuh.
Papua Tidak Bisa Ditawar Karena NKRI Harga Mati
0 Response to "Papua Tidak Bisa Ditawar Karena NKRI Harga Mati"
Post a Comment