Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Penetapan Panitia Pembangunan SLB Siantar Diduga Rekayasa Kadis, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Penetapan Panitia Pembangunan SLB Siantar Diduga Rekayasa Kadis kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Penetapan Panitia Pembangunan SLB Siantar Diduga Rekayasa Kadis mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| Kadis Pendidikan Siantar |
Berita Simalungun.Com|Pematangsiantar-Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, RESMAN PANJAITAN seraya cuci tangan akan dugaan penyimpangan proyek swakelola pelaksanaan proyek pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Luar Biasa Pematangsiantar yang bersumber dari DPA DIREKTORAT PKLK Kementarian Pendidikan.
Bukan tidak beralasan dugaan sang Kadis melakukan rekayasa penentu Panitia Pelaksana Pembangunan Swakelola tercermin dari adanya lobbi mengelobbi antara Kadis dan SN selaku pelaksana kerap bertemu di ruang kerja sang Kadis bertempat di jalan Merdeka Pematangsiantar.
Informasi yang dihimpun Panitia tidak pernah dipilih secara musyawarah bersama dengan Kepala Sekolah, Komite, Orangtua Siswa/i tetapi sudah ditentukan langsung oleh Kadis hal ini bertentangan dengan standart pelaksanaan swakelola pendidikan.
Penghunjukan langsung dilakukan Kadis kepada rekanan berinisial SN hanya dengam alasan bahwa tidak ada pemborong lain yang mampu melaksanakan kegiatan dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,1 Miliar dimana tahap pembayaranya bertahap, hal ini menjadikan polemik bagi jalangan penggiat rekanan siantar disinyalir sang Kadis telah mengecilkan marwah beberapa perusahaan pengadaan barang dan jasa.
Sungguh ironis kinerja Kadis Pendidikan Pematangsiantar dalam pelaksanaan proyek SLB yang saat ini santer diperbincangkan dikalangan masyarakat mulai dari dugaan pemalsuan surat ukur, pemalsuan surat dokumen alas hak tanah sampai penetapan panitia pembangunan yang tidak transparan kepada managemen pengurus SLB Pematangsiantar.
SN selaku pelaksana proyek swakelola disinyalir berperan mengakibatkan kerugian uang negara dimana sesuai fakta lapangan banyak kejanggalan ditemui digedung baru, mulai dari besi tulang cor yang berkarar, ketebalan dan kedalaman pondasi, kosen yang menggunakan kayu tidak bermutu bagus alias banyak retak menganga, baja ringan untuk rangka atap, volume ruangan yang diduga adanya pencurian pengurangan ukuran, ketebalan atap yang tidak maksimal serta pemadatan tanah yang kurang efisien tetapi dianggarkan dalam laporan keuangan.
Anehnya, Kadis juga enggan memberikan informasi realusasi anggaran yang sudah disetorkan kepada panitia yang dihunjuk langsung, berulang kali disambangi kekantornya namun selalu berkelit sedang banyak tamu bahkan sesuai informasi dari seorang staff yang tidak bersedia namanya dipublikasikan RESMAN PANJAITAN menggelontorkan ucapan supaya beritanya dibuat besar besar dia tidak takut.
Pelaksanaan pembangunan USB merupakan preseden buruk dalam proyek swakelola sekolah dan menjadi accuan bahwa selama ini pelaksananaan DAK maupun lainya yang panitianya setiap tahunya berinisial SM dan PN dengar berdelik sebagai kepala tukang adalah catur dari sang Kadis yang konon katanya dekat dengan insan Pers. ( Manroe )
0 Response to "Penetapan Panitia Pembangunan SLB Siantar Diduga Rekayasa Kadis"
Post a Comment