Persipura Harus Terbiasa Tanpa Seorang Boaz Solossa

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Persipura Harus Terbiasa Tanpa Seorang Boaz Solossa, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Persipura Harus Terbiasa Tanpa Seorang Boaz Solossa kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Persipura Harus Terbiasa Tanpa Seorang Boaz Solossa mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Ketergantungan Persipura Jayapura dengan aksi fenomenal Boaz Solossa yang menjadi penyerang tersubur di kompetisi Torabika Soccer Championship dinilai akan menjadi sebuah kendala ketika skuat Mutiara Hitam menjamu Arema Malang di Stadion Mandala, Senin (24/10) kemarin.


Meskipun sempat imbang di akhir babak pertama, Persipura mampu mengamankan tiga poin penting untuk tetap bertahan di jalur juara. Bukan kemenangan yang membanggakan Persipura namun skuad ‘tak biasa’ yang turun sore itu yang patut mendapatkan jempol.


Pasalnya Persipura menurunkan trio Pahabol, Olvaldo Haay dan Lukas Mandowen sebagai juru gedor pintu pertahanan tim Singo Edan. Osvaldo Haay yang diplot sebagai pengganti sang kapten berhasil menjalankan tugasnya dengan gol pembuka di menit ke-54.


Memanfaatkan sundulan memantul bek Persipura, Yohanis Tjoe, Haay yang baru kembali memperkuat tim utama Mutiara Hitam selepas berakhirnya PON Jabar langsung menjebol gawang Arema Cronus yang dikawal Ahmad Kurniawan.


Hebatnya lagi, Persipura saat itu masih belum menurunkan pemain anyar asal Brasil, Ricardinho bersama legiun asing lainnya Edward Wilson dan pemain bertahan naturalisasi Persipura, Bio Paulin.


Dengan menurunkan skuat ‘tak biasa’ Persipura mampu membuktikan bahwa mereka harus terbiasa tanpa sang kapten yang sementara mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia.


Ketergantungan Persipura kepada pemain berusia 30 tahun tersebut dinilai akan menjadi sebuah kendala tatkala sang predator tersubur di Indonesia itu meninggalkan pasukan Mutiara Hitam suatu saat nanti.


Ditambah usia yang sudah tidak muda lagi, Boaz juga diharapkan dapat menjadi mentor bagi para youngster Persipura untuk tetap menjaga Persipura sebagai salah satu tim terbaik di Indonesia yang mampu bertahan dengan tradisi juara.





Persipura Harus Terbiasa Tanpa Seorang Boaz Solossa

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Persipura Harus Terbiasa Tanpa Seorang Boaz Solossa"

Post a Comment