::PUISI CINTA NTUK DHANI::: Dhan

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang ::PUISI CINTA NTUK DHANI::: Dhan, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai ::PUISI CINTA NTUK DHANI::: Dhan kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan ::PUISI CINTA NTUK DHANI::: Dhan mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

::PUISI CINTA NTUK DHANI:::

Dhan...
ini aku Maia yang pernah kau sakiti,
tapi sekarang sudah nggak lagi,
karena aku sudah ada pengganti,
tapi bukan dari kalangan selebriti,
bukan juga kalangan partai,
orangnya baik dan nggak jijik'i
beda jauhlah dengan similikiti...


Dhan...
walau kau bukan suamiku lagi,
tapi melihatmu aku merasa geli,
ocehanmu banyak diliput televisi,
tapi tak satupun yang berarti,
justru menambah orang yang benci,
atas aksimu yang sok suci,


Dhan...
Bolehkan aku menasehati,
kau tak cocok jadi politisi,
apalagi menjadi menteri,
ucapanmu beda tipis dengan fpi,
badanpun hampir sama dengan fadli,
berpakaianpun mirip fahri,
bedanya mereka masih punya istri,
sementara kau sepertinya mati...,
ahhh...apanya yang mati...


Dhan...
bagaimana mungkin kau meminpin dki
meminpin aku saja kau sudah lari,
aku hampir mencapmu banci...
secantik aku takbisa membuatmu beraksi,
apalagi ereksi...


sebenarnya apa yang kau cari,
dipanggung politik yang keji,
sampai sampai kau hijrah ke bekasi,
tak gubernur, bupati pun jadi,


Dhan...
tolonglah sedikit rendah diri,
politik tidak saja menghamburkan materi,
tapi juga mengorbankan harga diri,
kau hanyalah ikan teri,
diantara ikan mas koi,
atau besar dikit seperti cumi cumi,
jadi santapan ikan pari...
lebih baik kau kembali,
kedunia yang selama ini digeluti,
politik tidak sama dengan seni,
disini dibutuhkan nyali,
kalau kau tetap ngotot ke bekasi,
tinggalkan dulu yang namanya tali,
jaga jaga bila nanti bunuh diri,


Dhan...
Dikepalamu itu janggut apa tai?
Ooo aku tau, peci kan...
Ah salah lagi...kumis rupanya ...


Oleh: Bermantuah Sinurat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "::PUISI CINTA NTUK DHANI::: Dhan"

Post a Comment