Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang WARGA WIROSARI BABAK BELUR DIHAJAR MASA SAAT MENCURI KACER, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai WARGA WIROSARI BABAK BELUR DIHAJAR MASA SAAT MENCURI KACER kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan WARGA WIROSARI BABAK BELUR DIHAJAR MASA SAAT MENCURI KACER mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Grobogan Metro Realita.
Beruntung satu nyawa dapat diselamatkan saat warga geram akan menghabisi pelaku dengan membakarnya hidup hidup,namun Polisi segera bergerak cepat dan tokoh masyarakat bagus murgan
berteriak."berhenti biarkan tetap hidup dan jangan cabut nyawanya.
Minggu siang Pukul 12.35 WIB (16/10)pelaku pencuri burung dihajar masa hingga babak belur Pelaku Bambang Siswanto bin Wagimin (41) warga Dusun Jetis Desa Tanjungrejo Rt 06 Rt 07 Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan.
Saat kejadian Bambang bersama dengan seorang temanya mengaku mencari rosok namun tiba tiba dirinya berhenti di balik rerumputan dan pepohonan berniat mengambil burung kacer milik Haryanto Bin Kasbi (34) warga Desa Temon Rt 01 RW 01.
Setelah berhasil mengambil kurungan beisi burung tersebut kemudian pelaku membawanya sekitar 4 meter dan bersembunyi dibalik rerumputan.Namun pelaku saat akan mengambil burung yang masih dalam sangkar di balik semak semak naas kepergok pemiliknya yang saat itu akan memberi makanan burung.
Haryanto kemudian berlari mengejar pelaku ,hingga terjadi kejar kejaran namun berkata sial pelaku tertangkap dan diseret warga tepat di jembatan mbonggo arah pertigaan dukuh ngrigo.
Hebatnya lari maraton hingga jarak 2 kilo dengan rute semak belukar belakang rumah penduduk menelusuri jalan tikus melewati pohon bambu dan semak membuahkan hasil.
Setelah pelaku berhasil tertangkap kemudian warga menyeret ke rumah kepala desa Temon Retno Ariawan,namun sial kepala desa tak ada ditempat.
Emosi warga hampir tak terkendali bahkan tepat di aula depan rumah Kepala Desa pelaku akan dihabisi ,namun setelah menerima pukulan dari warga kemudian saat akan dibakar dan dan dipenggal kepalanya beruntung Kepolisian Polres Grobogan Sektor Brati segera mengamankan pelaku dengan memasukkan kedalam mobil patroli.
Hingga saat saat ini Kapolsek Brati AKP Giyanto melalui IPTU Darmanto langsung mengamankan pelaku di ruang Polsek Brati.
"Pelaku sudah saya amankan di Polsek Brati beserta barang bukti berupa kurungan burung,1 unit kendaraan honda revo no pol K 5698 ZZ yang tidak disertai STNK,Bronjong dan barang barang seperti batu,keris,dan akik dalam satu dompet merah ."ungkap Darmanto
Pelaku saat menjalankan aksinya berjalan kaki di belakang rumah penduduk sedangkan kendaraan yang ditumpanginya diletakkan sekitar 3 kilo dari TKP.
Korban Haryanto bin Kasbi mengatakan."saat itu burung kacer mau saya kasih makanan kok tak ada ditempat,lalu saya curiga kemudian saya cari di balik semak tiba tiba ada orang dan kemudian berlari kencang,kemudian aku kejar hingga warga yang mendengar teriakan saya juga ikut lari mengejar pelaku ,mereka saya kejar namun burung saya sudah tak ada didalam sangkar pak,untung anak saya tak dirumah kalau dirumah sudah dihabisi maling itu,"ungkap Haryanto.
Hingga sampai saat ini Pelaku masih dalam penyidikan Polisi,pelaku memiliki 2 orang anak dan seorang istri tinggal di Wirosari (Bagus Murgan)
0 Response to "WARGA WIROSARI BABAK BELUR DIHAJAR MASA SAAT MENCURI KACER"
Post a Comment