Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Bom Molotov Telan Korban di Depan Gereja Oikumena Sengkotek Samarinda, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Bom Molotov Telan Korban di Depan Gereja Oikumena Sengkotek Samarinda kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Bom Molotov Telan Korban di Depan Gereja Oikumena Sengkotek Samarinda mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| Gereja Oikumene RT 03 No 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur (Kaltim). Foto-foto IST |
 |
Pelempar Bom Molotov di Samarinda Berinisial J. Foto IST
|
 |
| Gereja Oikumene RT 03 No 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur (Kaltim). Foto-foto IST |
 |
| Korban Bom Molotov di halaman parkir depan Gereja Oikumene RT 03 No 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur (Kaltim). Foto-foto IST |
 |
| Korban Bom Molotov di halaman parkir depan Gereja Oikumene RT 03 No 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur (Kaltim). Foto-foto IST |
 |
Pelempar Bom Molotov di Samarinda Berinisial J
|
BeritaSimalungun.com, Samarinda-Siang ini (Minggu 13 Nopember 2016) media sosial dihebohkan dengan kejadian terjadinya tindak kriminal dan aksi teror di depan Gereja Oikumene RT 03 No 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur (Kaltim). Kejadian itu seorang tak dikenal telah terjadi pelemparan diduga mengunakan jenis Bom Molotov di halaman parkiran depan gereja Oikumene tersebut.
Dikutip dari Medsos akun Fawer FullFander Sihite, kejadian itu sekira pukul 10.00 WIB. Berikut ini kronologis kejadian menurut postingan Fawer FullFander Sihite.
1. Sekitar pukul 10.00 Wita jamaat yang selesai melaksanakan kegiatan ibadah keluar melalui pintu depan menuju ke parkiran. Tiba-tiba datang orang yang tidak dikenal melemparkan sesuatu yang diduga mengunakan jenis bom molotov.
2. Sekitar pukul 10.15 wita pelaku yang melempar bom jenis molotov tadi melarikan diri ke arah depan dan melompat ke Sungai Mahakam. Warga melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku dan akhirnya pelaku ditangkap oleh warga dan diserahkan ke pihak Kepolisian Polsek Samarinda Seberang.
3. Adapun korban akibat ledakan tersebut berjumlah 5 orang anak-anak dan saat ini dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Muis Samarinda dan menjalani perawatan intensif. Demikian yang dapat dilaporkan sementara perkembangan di 87 kembali. Gereja Oikumene, dipakai bergantian. Saat kejadian bom, gereja sedang dipakai oleh Jemaat HKBP.
Sementara Nitizen lain atas akun Jona menuliskan, “informasi ini saya bagikan tertutup hanya kepada saudara-saudara se-Iman. Walaupun berat, namun saya rasa harus memberitahukannya kepada publik,” tulis Jona.
Berikut ini info dari Jona yang dipublikasikannya di gambar kejadian tersebut. Info : Direncanakan dalam dua minggu mendatang yaitu tanggal 18 November 2016 direncanakan akan dilaksanakan demo besar-besaran dipimpin Habib Risiz bersama Kelompok Islam Garis Keras dengan tujuan utama menggulingkan Tahta Kepemimpinan Jokowi.
Demo tersebut akan ditunggangi oleh kelompok yang sudah siap melakukan aksi Bom Bunuh Diri. Selain aksi tersebut, untuk menggoyang kabinet Jokowi, akan dilakukan juga aksi pengeboman pada Gereja-gereja di bulan Desember sampai dengan Malam Pergantian Tahun.
Sejak H-2 dari tanggal 4 Nov 2016 saya telah bergabung sebagai Data IT dalam Tim SB Anti Teror dari BIN, dan sudah berhasil mengantisipasi aksi Bom Bunuh Diri dalam demo tersebut. Sakarag Tim sementara bergerak ke Bogor dan Depok untuk target berikut.
Sementara TIM lain sudah bergerak ke Solo. Saya sampikan kepada saudara-saudara se-Iman, untuk lebih waspada di daerah masing-masing, khususnya di Gereja saat pelaksanaan Ibadah. Diharapkan lebih teliti dalam mengenali Jemaat masing-masing.
Jika ada orang yang baru dalam Jemaat saat ibadah, mohon untuk dapat ditanya keberadaanya. Ciri-ciri orang yang membawa Bom Bunuh diri adalah menggunakan baju yang besar dan kedodoran hingga tidak terlihat bom yang diikat pada tubuhnya. Dan pelaku akan terlihat gelisah, gugup dan berkeringat, namun ada juga pelaku yang terlihat tenang.
Selain itu, hindari pusat-pusat keramaian seperti Mall, jika memang tidak ada keperluan yan mendadak. Demikian informasi saya, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi saudara-saudara se-Iman. Tuhan Memberkati. Kita Bawa dalam Doa, Minta Perlindungan dan Penyertaan NYA. JBU.
Pelempar Bom Molotov di Samarinda Berinisial J
Ledakan bom molotov di depan Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, pagi tadi menyebabkan lima orang menjadi korban.
"Pelakunya berinisial J," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Jakarta, Minggu (13/11), dilansir Beritasatu.com.
Menurut Boy, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Jemaat yang selesai melaksanakan kegiatan ibadah keluar melalui pintu depan menuju ke parkiran. Tiba-tiba datang orang yang tidak dikenal melemparkan sesuatu yang diduga menggunakan jenis bom molotov.
Sekitar pukul 10.15 Wita, pelaku yang melempar bom jenis molotov tadi melarikan diri ke arah depan dan melompat ke Sungai Mahakam.
Warga yang melihat kejadian tersebut berusaha mengejar pelaku dan akhirnya pelaku ditangkap oleh warga dan diserahkan ke pihak Kepolisian Polsek Samarinda Seberang. (BS-1)
0 Response to "Bom Molotov Telan Korban di Depan Gereja Oikumena Sengkotek Samarinda"
Post a Comment