Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Drama Musikal 5 Etnik Batak Digelar di Jakarta, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Drama Musikal 5 Etnik Batak Digelar di Jakarta kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Drama Musikal 5 Etnik Batak Digelar di Jakarta mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| Penanggung Jawab Panitia Tua Srait ( paling kanan- duduk), Penasehat Panitia Rommel Panjaitan ( no 2 dari kiri-), Daniel Panjaitan ( no.3 dari kiri ), foto bersama dengan panitia dan pendukung acara. Foto ist. |
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Drama musikal 5 etnik (puak) Batak, bertajuk : Toba Prayers" digelar, 25 Nopember 2016 di Auditorium Sasana Krida, Taman Mini Indonesia Indah ( TMII), Pondok Gede, Jakarta Timur. Kelima puak yang akan menampilkan ragam budaya, berupa tari, lagu, uning uningan tradisional dan drama itu adalah etnik Batak Toba, Mandailing, Simalungun, Karo dan Phakpak Dairi.
Penanggung jawab pagelaran Tua Sirait, menyatakan hal itu pada acara gala dinner, di Hotel Santika, Pondok Gede Jakarta.
Ketua Panitia Nancy Sihaloho menguraikan, gala dinner dihadiri para penari dan penyanyi pendukung pagelaran, antara lain Jens Butar butar ( Amigos Band), Bernard Banjarnahor ( RMB Trio), Alex Hutajulu ( Solo), Lolina Hutajulu, Novita Dewi, Edison Transaksi Sibuea serta konseptor acara Rismon Raja Mangatur Sirait termasuk Daniel Panjaitan dan Romel Panjaitan.
Tua Sirait menyatakan, tujuan utama pagelaran, selain melestarikan dan mengangkat harkat dan martabat budaya kelima puak di daerah Sumut itu, juga memromosikan obyek wisata di kawasan Danau Toba, yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu destinasi 10 wisata strategis di Indonesia.
Dikatakan, melalui Opera Musikal Batak 'Toba Prayers-5 Etnik Batak' pihaknya ingin memotivasi masyarakat Batak di Jakarta untuk mencintai budaya sendiri dan mengembangkannya demi kemajuan Pariwisata Danau Toba.
Melalui pagelaran yang digarap putra kelahiran Desa Lumban Sirait, Ajibata, Kabutapten Toba Samosir itu masyarakat Batak, khususnya masyarakat asal Sumatera Utara yang tinggal di Jakarta, akan digugah sehingga peduli akan budaya Batak dan pariwisata Danau Toba.
Opera Musikal yang dimotori Sanggar Seni Budaya Lusido Ajibata itu merupakan sebuah konsep yang menampilkan kembali nilai budaya masyarakat kawasan Danau Toba seperti Tor-tor, Gondang, Opera Batak,Andung Batak, design baju yang terbuat dari ulos dan seni suara yang mengumandangkan kembali masa masa lalu kepariwisatawan Danau Toba serta keadaan lingkungan Danau Toba saat ini.
"Akan ditampilkan Tor-Tor Sipitu Cawan , seorang penari Cawan akan tampil di atas meja setinggi 1 M yang akan dibawakan dua orang penari dan lima orang penari pendamping" kata Rismon sambil menambahkan, bahwa yang ditampilkan koreografi terbaru dan belum pernah ditampilkan di manapun.
Penasehat Panitia Daniel Panjaitan menyatakan, pagelaran diharapkan memotivasi dan mendorong 5 puak Batak di daerah Sumut, menjadi media mempersatukan dan mempererat persaudaraan dengan menampilkan aneka ragam seni budaya sekaligus mendorong para pemimpin di kawasan Danau Toba bekerjasama dan bergandengan tangan.
Menurutnya, pagelaran serupa direncanakan akan digelar di Balikpapan, Batam dan Parapat, Danau Toba. (SIB)
0 Response to "Drama Musikal 5 Etnik Batak Digelar di Jakarta"
Post a Comment