Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ekidna, Mamalia Lucu Khas Papua yang Kini Mulai Hilang, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ekidna, Mamalia Lucu Khas Papua yang Kini Mulai Hilang kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ekidna, Mamalia Lucu Khas Papua yang Kini Mulai Hilang mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Salah satu mamalia petelur yang terkenal di dunia yatu platypus, hewan bermoncong bebek dari Australia. Mamalia yang bertelur sendiri sering disebut sebagai monotremata. Jika Anda belum mengenal ekidna yang asli dari Indonesia, berikut penjelasan tentang spesies unik tersebut.
Ekidna adalah hewan yang memiliki duri di tubuhnya seperti landak. Mereka mencari makan di batang pohon dan gundukan tanah untuk menemukan menu favoritnya; rayap. Ukuran ekidna sendiri cukup variatif mulai dari 30 hingga 55 cm. Berat tubuh mereka berada dalam kisaran tiga hingga enam kilogram tergantung jenis kelaminnya.
Hewan soliter (penyendiri) ini aktif di malam hari. Walau sekilas mirip dengan landak, mereka tidak berada dalam satu kelompok. Ekidna tidak memiliki gigi. Mereka menggunakan lidahnya yang lengket untuk menangkap rayap dan memangsanya hidup-hidup.
Keunikan utama ekidna adalah caranya berkembangbiak. Telur ekidna memiliki bulu serta cangkang yang lunak. Setelah masa pembuahan berlangsung, ibu ekidna akan mengeluarkan sebutir telur. Bayi ekidna kemudian tidak langsung berjalan-jalan setelah lahir. Ia akan berada dalam kantong induknya seperti bayi kanguru.
Bayi ekidna tersebut akan tinggal dalam kantong sang induk hingga usia 45 – 55 hari. Setelah tubuhnya mulai ditumbuhi duri, sang ibu akan menggali lubang di tanah untuk tempat anaknya. Ibu ekidna kemudian akan kembali setiap lima hari untuk menyusui sang bayi hingga usia anaknya berusia tujuh bulan.
Mamalia petelur asli Papua yang unik ini sekarang sudah masuk dalam daftar satwa yang terancam punah. Jadi, mari kita hargai dan cintai satwa-satwa unik milik tanah air Indonesia.
Sumber: mongabay.co.id
Ekidna, Mamalia Lucu Khas Papua yang Kini Mulai Hilang
0 Response to "Ekidna, Mamalia Lucu Khas Papua yang Kini Mulai Hilang"
Post a Comment