Jelang Pilkada Serentak di Papua, Peredaran Uang Palsu Meningkat

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Jelang Pilkada Serentak di Papua, Peredaran Uang Palsu Meningkat, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Jelang Pilkada Serentak di Papua, Peredaran Uang Palsu Meningkat kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Jelang Pilkada Serentak di Papua, Peredaran Uang Palsu Meningkat mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapapua.com – Bank Indonesia (BI) perwakilan Papua kembali mengingatkan masyarakat di Provinsi Papua untuk lebih berhati-hati tentang peredaran uang palsu yang mulai meningkat seiring mendekatnya Pilkada serentak 2017 mendatang.


Peredaran uang palsu di provinsi Papua terang Kepala Bank Indonesia perwakilan Papua, Joko Supratikto meningkat tajam bahkan menyentuh angka 200 persen.


“Tahun lalu hanya ada 23 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Namun tahun ini hingga Oktober sudah 62 lembar uang pecahan Rp 100 ribu,” kata Joko kepada Liputan6, Minggu (20/11).


Menurut Joko, kasus penemuan uang palsu paling banyak didapati di Kota Jayapura yang merupakan Ibukota provinsi Papua.


“Paling banyak ditemui di Kota Jayapura. Ada dugaan karena aktivitas masyarakat maupun kegiatan lainnya menumpuk di ibu kota provinsi ini,” katanya.


Joko menjelaskan bahwa praktik penggunaan uang palsu di Kota Jayapura sudah cukup mencemaskan.


“Ada yang lebih canggih, dalam uang palsu itu diberikan benang pengaman dan jika diterawang tetap ada gambar air. Tetapi ada juga uang palsu yang beredar ini hanya dicetak dengan printer dan bernomor seri kembar. Kami berharap masyarakat berhati-hati akan peredaran uang palsu,” jelas Joko.





Jelang Pilkada Serentak di Papua, Peredaran Uang Palsu Meningkat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jelang Pilkada Serentak di Papua, Peredaran Uang Palsu Meningkat"

Post a Comment