Keindahan Alam Papua Masih Menjerit, Kementerian Pariwisata Jangan Tinggal Diam

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Keindahan Alam Papua Masih Menjerit, Kementerian Pariwisata Jangan Tinggal Diam, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Keindahan Alam Papua Masih Menjerit, Kementerian Pariwisata Jangan Tinggal Diam kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Keindahan Alam Papua Masih Menjerit, Kementerian Pariwisata Jangan Tinggal Diam mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Perhatian besar Presiden Joko Widodo terhadap pembangunan di Provinsi Papua dinilai masih berbanding terbalik dengan dukungan yang diberikan oleh para menterinya.


Sebut saja Kementerian Pariwisata Indonesia yang dinilai masih belum mampu membawa jutaan turis asing dan nasional untuk mengeksploitasi keindahan alam Papua yang begitu luar biasa indahnya.


“Kamu tahu, Papua itu mungkin satu-satunya pulau yang punya 200 lebih bahasa. Beda kampung, beda bahasa. Di mana lagi ada tempat yang seperti itu,” kata Maximus Tipagau, putra asli Papua yang juga pendiri operator pendakian Adventure Carstensz kepada detikTravel, Kamis (11/10).


Menurut Maximus yang merupakan masyarakat dari Suku Moni yang mendiami wilayah Desa Ugimba di Kabupaten Intan Jaya tersebut, hingga saat ini terlebih khusus dari sektor pariwisata Papua masih sangat menjerit.


Pembangunan di berbagai sektor untuk memajukan perekonomian rakyat atau masyarakat Papua tidak dibarengi dengan dukungan penuh dari sektor pariwisata.


“Papua punya bawah laut terindah di dunia, Raja Ampat di Papua Barat. Papua punya ikan paus yang besar di Nabire. Papua punya orang yang tinggal di pohon, Suku Korowai. Papua punya ukiran patung dari Suku Asmat yang diekspor sampai Eropa dan Amerika. Papua punya salju tropis di Puncak Carstensz,” katanya.


Pemerintah harusnya segera melakukan tindakan yang nyata dan mempromosikan keindahan alam Papua untuk membawa lebih banyak wisatawan mancanegara dan juga nasional ke provinsi paling timur Indonesia itu.


Dari segi ekonomi, hadirnya jutaan turis dinilai mampu mendongkrak pendapatan masyarakat. Pendapatan yang dimaksudkan adalah hasil dari jual beli ukiran, noken Papua dan berbagai merchandise unik lainnya.


“Kalau saya cerita tentang pariwisata Papua, itu dua hari nggak akan selesai. Saya sebagai orang Papua, ingin sekali Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk memajukan pariwisata Papua,” terangnya.





Keindahan Alam Papua Masih Menjerit, Kementerian Pariwisata Jangan Tinggal Diam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keindahan Alam Papua Masih Menjerit, Kementerian Pariwisata Jangan Tinggal Diam"

Post a Comment