Rektor Uncen Minta Pemprov Papua Prioritaskan Tenaga Didik Lokal

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Rektor Uncen Minta Pemprov Papua Prioritaskan Tenaga Didik Lokal, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Rektor Uncen Minta Pemprov Papua Prioritaskan Tenaga Didik Lokal kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Rektor Uncen Minta Pemprov Papua Prioritaskan Tenaga Didik Lokal mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), Onesimus Sahuleka meminta agar pemerintah provinsi (pemprov) Papua lebih memprioritaskan tenaga-tenaga didik lokal Papua untuk dikirim ke wilayah pedalaman.


Saat ini, Onesimus menyebut pemprov Papua lebih banyak mendatangkan tenaga didik kontrak dari luar daerah sehingga banyak putra-putri Papua lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uncen yang tak terpakai.


“Kalau mau dihitung kita tiap tahun mewisudakan ribuan tenaga didik siap pakai. Tinggal bagaimama digunakan pemerintah untuk memajukan pendidikan di Papua,” ujar Onesimus, Selasa (8/11/2016) lalu.


Ia menambahkan seharusnya tenaga didik asal Papua alias lulusan perguruan tinggi di Tanah Papua yang lebih banyak dipakai sehingga dana yang berasal dari APBD untuk mengontrak tenaga dari luar bisa dinikmati anak-anak Papua.


Selain itu tenaga didik lokal, menurut Onesimus, memiliki beberapa keunggulan yang dapat dijadikan pertimbangan pemprov Papua untuk mengabdi kepada daerah dengan cara mengajar.


“Kita di Papua ini beda dengan daerah lain. Yang bisa mengerti karakter anak-anak Papua dan lingkungan belajar ya kita sendiri tenaga didik lokal Papua,” terangnya.


Onesimus lalu memberi contoh pengalaman yang sudah terjadi bertahun-tahun di Papua. Dimana ada banyak pengajar asal luar daerah yang cuma menjadikan Papua sebagai batu loncatan.


Setelah satu dua tahun dikontrak pemprov Papua, pengajar-pengajar itu kembali ke daerahnya untuk kemudian diangkat menjadi PNS di tempat asalnya.


“Mereka dapat pengalaman di sini kemudian pulang ke daerah mereka dan bisa dapat kerja tetap. Sementara lulusan kita banyak yang tidak dipakai,” sambung Onesimus.


Untuk itu ia berharap agar masalah ini lebih diperhatikan lagi seluruh pihak terkait di Papua. Sehingga ke depan pengajar-pengajar asal Uncen dapat dilirik pemerintah daerah demi memajukan bersama-sama memajukan pendidikan di Papua.





Rektor Uncen Minta Pemprov Papua Prioritaskan Tenaga Didik Lokal

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rektor Uncen Minta Pemprov Papua Prioritaskan Tenaga Didik Lokal"

Post a Comment