Simalungun Kekurangan 3.300 Guru SD

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Simalungun Kekurangan 3.300 Guru SD, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Simalungun Kekurangan 3.300 Guru SD kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Simalungun Kekurangan 3.300 Guru SD mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

BeritaSimalungun.com, Pematangsiantar- Menjelang akhir 20l6 ini, Kabupaten Simalungun masih kekurangan 3.300 guru Seko­lah Dasar (SD). Hal ini dike­mukakan Ke­pala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Simalu­ngun, Luri­nim Purba didam­pingi Kabid Dik­nas, Nalli S di komplek penampungan pe­ngungsi Sinabung Kaban Jahe Ka­bu­paten Karo, Kamis lalu.

Dikatakan, sebelumnya apa yang dikemukakan Bupati Si­malungun se­hari sebelumnya   Simalungun keku­rang sekira 4.000 orang guru, terma­suk guru SLTP dan ting­kat SLTA.

“Hampir setiap SD seka­rang ini di Kabupaten Sima­lungun kekurangan guru, di­sebabkan ada yang pensiun dan tidak ada penerimaan guru bebe­rapa tahun belakangan ini.

Kondisi itu, menurut Luni­rim jika dihitung per jum­lah kelas, jumlah yang kurang se­kira tiga ribuan,” tu­kasnya.

Mengatasi kesenjangan dan kelan­ca­ran proses belajar mengajar, setiap kepala seko­lah mengambil kebijakan me­ngangkat honorer komite.

Dulu ada guru honor  yang diangkat Kepala Dinas yang honornya ditam­pung dalam APBD Simalungun, na­mun atas permintaan Wakil Ketua DP­RD Simalungun dari Frak­si PDIP, Ros­pita Sitorus,  700 tenaga pengajar itu ter­­paksa berhenti meskipun ada yang terus mengajar dengan sukarela tanpa honor dari Pem­kab Simalungun.

“Jadi kalau dihitung sampai seka­rang jumlah honor komite dengan ho­nor Dinas Dikjar yang mengabdikan diri ham­pir berjumlah 2.000 orang saat ini,” jelas Lunirim.

Ketika ditanya apa ke­mung­kinan para honorer ini diangkat menjadi Pega­wai Negeri Sipil (PNS), menurut Lunirim, tetap mengikuti testing, sebab, tidak ada lagi pengang­katan honorer menjadi PNS.

“Kalau ditampung dalam APBD Si­malungun untuk membantu para tenaga honor, keuangan Pemkab tidak me­mungkinkan karena terbatas sejalan dengan adanya defisit anggaran,” tu­kasnya. (Sumber: Analisa.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Simalungun Kekurangan 3.300 Guru SD"

Post a Comment