Anak-Anak Dipaksa Ikut Demo, Pelanggaran HAM?

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Anak-Anak Dipaksa Ikut Demo, Pelanggaran HAM?, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Anak-Anak Dipaksa Ikut Demo, Pelanggaran HAM? kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Anak-Anak Dipaksa Ikut Demo, Pelanggaran HAM? mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Senin 19 Desember pekan lalu aparat keamanan dari Polda Papua kembali mengamankan ratusan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menggelar aksi unjuk rasa tanpa surat ijin keramaian.


Pengamanan dilakukan di beberapa daerah seperti Kota Jayapura, Sentani, Nabire, Wamena dan Merauke. Massa yang menggelar aksi saat itu masih menyuarakan aspirasi serupa dengan demo terdahulu, yaitu mendukung ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) untuk diterima sebagai anggota penuh MSG (Melanesian Spearhead Group).


Massa yang diamankan digiring ke Polres masing-masing daerah untuk kemudian didata dan dipulangkan. Namun ada satu hal yang sering nampak di setiap pendataan massa demo, dimana selalu ada anak di bawah umur yang diikutsertakan meski sebenarnya hal ini juga tidak dibenarkan dalam aturan unjuk rasa.


Data Polresta Jayapura ada setidaknya 6-7 anak dibawah umur yang juga diikutsertakan massa simpatisan KNPB dalam menggelar aksinya pekan lalu.


Selain anak-anak sudah pasti tidak mengerti apa yang dilakukan, kebiasaan membawa anak di bawah umur ke dalam aksi demonstrasi dikhawatirkan dapat mengganggu mental anak tersebut. Mulai dari rasa takut akibat digiring aparat kepolisian dan potensi trauma di kemudian hari.


Anak-anak juga tidak selayaknya berada di tengah-tengah aktivitas unjuk rasa karena tempat mereka seharusnya berada di lingkungan sekolah dan lingkungan bermain teman sebayanya.


Perlu juga dicatat, keterlibatan anak-anak dalam aksi demo KNPB sudah terjadi berkali-kali dan hal ini perlu mendapat perhatian serius baik dari pemerintah lewat dinas terkait, juga Komnas Perlindungan Anak dan Komnas HAM.





Anak-Anak Dipaksa Ikut Demo, Pelanggaran HAM?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak-Anak Dipaksa Ikut Demo, Pelanggaran HAM?"

Post a Comment