Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Gara~Gara Suara Toot Nglelet Teet Pedagang Kebanjiran Uang, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Gara~Gara Suara Toot Nglelet Teet Pedagang Kebanjiran Uang kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Gara~Gara Suara Toot Nglelet Teet Pedagang Kebanjiran Uang mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
Naga besar trompet berbunyi keras dijual di
Pasar induk purwosadi ,trotoar Jl.AYani Pwdd |
Grobogan Metro Realita
Perayaan tahun baru yang hanya tinggal sembilan hari lagi mulai dimanfaatkan para pedagang musiman untuk berjualan terompet.
Diantaranya di
sepanjang Jl Ayani Depan Pasar Induk Purwodadi , Jl R Suprapto,Jl MT. Haryono ,Pertigaan Getasrejo dan Jl Gang Jajar Purwodadi,Jl Hayam Wuruk Banaran Gang 3 pedagang terompet keliling dan menetap ditrotoar laris manis meraih keuntungan besar.
Harga terompet jenis naga berukuran kecil biasanya di jual Rp.6000,~ menjelang tahun baru 2017 naik hingga Rp 10.000,~,yerompet biasa dan Terompet kepala naga yang berukuran besar rata rata naik hingga Rp 5.000,~
Ramainya para pembeli yang memadati Jl Ayani Purwodadi biasanya untuk persiapan keluarga untuk keperluan dirinya maupun untuk dijual kembali.Setiap pembeli satu orang pada Senin (26/12) biasanya membeli hingga 25 sampai 30 terompet Naga besar.
Mereka menanyakan harga terompet-terompet yang terbuat dari bahan karton hingga yang terbuat dari plastik,bahkan masing masing peluit pada ujung yang digerakan oleh katub karet bisa menghasilkan suara yang berbeda.
Ngatiman (38)warga Jajar Kelurahan Purwodadi menyebutkan dirinya sengaja mencari terompet di Jl.AYani Pasar Purwodadi karena hendak membeli dalam jumlah banyak dan mencari suara yang lantang.
"Tahun baruan biasanya keluarga kan kumpul di rumah, banyak keponakan kecil-kecil, jadi ya sekalian beli banyak aja,biasanya anak anak suka terompet yang bunyinya keras nanti.setelah malam tahun baru rencana akan saya ajak keliling alun alun Purwodadi naik motor sambil tooot ngeeek niup trompet naga yang besar."ungkap Ngatiman.
Sementara bagi para pedagang, momen tahun baru menjadi momen untuk berdagang terompet bahkan karena banyak penjual yang berjejer di tepi jalan ,saya memilih jualan grosiran,selain harganya miring karena pembeli lusinan ,saya juga mebjual terompet.jenis kepala Naga besar yang suaranya lebih keras "Pedagang di sini semuanya musiman mbak, Ini saya baru ada semingguan lah jualan ini,setiap hari lumayan banyak pembelinya," kata Any murgan yang ketika ditemui sedang menunggu pembeli.(bagus murgan)
0 Response to "Gara~Gara Suara Toot Nglelet Teet Pedagang Kebanjiran Uang"
Post a Comment