Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Tarian Simalungun.IST
BeritaSimalungun.com, Siantar-Berbagai kegiatan seni budaya memeriahkan peringatan Hari Keluarga Nasional ke-23 tahun 2016 di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Kamis lalu.

Mahasiswa mahasiswi Poltekes Kementerian Kesehatan Program Studi Kebidanan menampilkan sejumlah tarian, Yayasan Rehabilitasi Disabel Harapan Jaya Perumnas Batu VI Kabupaten Simalungun hiburan vokal group, dan Alvary dengan atraksi kungfu aliran Winchun.

Peringatan juga dirangkai dengan jalan sehat sejauh 2 km yang diikuti penjabat Wali Kota Pematangsiantar Anthony Siahaan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta ratusan masyarakat.

Sekretaris Kantor Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut Rabiatun Adawiyah mengatakan, pencanangan Gerakan KB Nasional telah dilaksanakan Presiden Joko Widodo di Nias pada September 2016.

Presiden berpesan untuk melakukan revolusi mental di bidang KB dengan menjunjung integritas, etos kerja, dan gotong-royong.

Sementara Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Herty Anthony Siahaan mengatakan, perayaan Harganas merupakan momentum untuk membangun karakter bangsa guna mewujudkan Indonesia sejahtera dengan motto "Keluarga Berkarakter Indonesia Jaya".

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) setempat telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti pelayanan KB Medis Operasi Wanita (MOW), Medis Operasi Pria (MOP), IUD, Implant, Suntik, dan Pil di delapan kecamatan.

Perlombaan petugas lapangan KB teladan, pembantu pembina KB kelurahan teladan, KB lestari lima tahun, 10 tahun dan 20 tahun, kelompok bina keluarga balita, remaja dan lansia, dan kelompok usaha pelayanan keluarga sejahtera.


Penjabat Wali Kota mengatakan, Pemkot Pematangsiantar yang berpenduduk kira-kira 261.691 jiwa telah melakukan berbagai program pemberdayaan keluarga, diantaranya mendirikan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. "Kita juga telah membentuk Kampung KB untuk mengendalikan angka kelahiran," katanya. (Antara)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Harganas di Siantar, Seni Budaya Jadi Tolak Ukur"

Post a Comment