Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asal Tiongkok, Jokowi: Itu Fitnah

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asal Tiongkok, Jokowi: Itu Fitnah, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asal Tiongkok, Jokowi: Itu Fitnah kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asal Tiongkok, Jokowi: Itu Fitnah mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan, bahwa hanya ada 21.000 tenaga kerja asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, Presiden menilai isu bahwa Indonesia kebanjiran tenaga asing ilegal terutama dari Tiongkok adalah fitnah yang tidak boleh dipercaya begitu saja.


“Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung yang acara peresmiannya digelar di Tampaso, Minahasa, Selasa (27/12) siang.


Ditegaskan Presiden, sesuai informasi yang diterimanya hanya ada 21.000 tenaga kerja asal Tiongkok yang sekarang bekerja di Indonesia. Itupun keluar dan masuk karena banyak hal-hal yang di Indonesia belum siap yang harus dipasang. Tetapi kalau sudah siap, Presiden meyakinkan akan memakai tenaga kerja sendiri.


Presiden mencontohkan seperti halnya di PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 serta di PLTP Ulubelu Lampung Unit 3, tenaga kerja asing hanya datang sebentar pada awal-awal proyek dioperasikan.


Selanjutnya para pekerja asing tersebut akan membantu mempersiapkan, melakukan setting awal, dan menyiapkan sampai terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja di Tanah Air.


“Setelah itu mereka pulang, karena mereka juga lebih senang bekerja di negara sendiri. Dipikir kerja di sini mereka senang? Mereka senang di negara mereka sendiri dekat dengan keluarga dan gaji di sana lebih tinggi,” ungkap Presiden.


Menurut Presiden, isu yang beredar soal tenaga kerja asing ke Indonesia tidak logis karena upah bekerja di Indonesia yang masih rata-rata Rp1,5-3 juta rupiah. Sedangkan di Tiongkok sendiri sudah di atas Rp5 juta.


“Mereka ada di sini tapi di awal-awal dalam sebuah proyek karena kita belum tahu teknologinya, pengalamannya mengenai itu juga belum ada dan ujungnya yang dapat manfaatnya misalnya di PLTP Lahendong dan Ulubelu adalah masyarakat, adalah kita,” tutur Presiden.


PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 yang diresmikan oleh Presiden Jokowi berdiri di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa. Kedua PLTP berkapasitas masing-masing 20 Megawatt (MW) ini dikelola sepenuhnya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Hasil produksi listrik dari pembangkit Pertamina ini yang nantinya dibeli PLN sebagai ‘pemegang hak niaga’ listrik di Nusantara. (BPMI/ES)





Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asal Tiongkok, Jokowi: Itu Fitnah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asal Tiongkok, Jokowi: Itu Fitnah"

Post a Comment