Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Mampir ke Nabire, Jangan Lupa Beli Jeruknya, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Mampir ke Nabire, Jangan Lupa Beli Jeruknya kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Mampir ke Nabire, Jangan Lupa Beli Jeruknya mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Setiap tempat atau daerah di Papua mempunyai ciri khas tersendiri yang sangat berkesan dan membuat para wisatawan nasional bahkan mancanegara selalu tertarik untuk kembali lagi mengunjungi Papua.
Jika Fak-Fak memiliki Pala Manis yang dibanggakan, Raja Ampat memiliki serpihan surga yang begitu indah, Biak dengan Roti Aru yang memiliki cita rasa internasional, Nabire punya ‘Jeruk’ yang murah, manis dan tentunya berkualitas bahkan manisnya mengalahkan jeruk-jeruk impor yang singgah di Indonesia.
Dibudidayakan sejak tahun 1991 hingga 1992, jeruk Nabire malah mulai terkenal pada awal tahun 2000an dengan bentuk pohon yang menyerupai sunkist. Kualitas yang mendunia pun mengundang decak kagum para wisatawan nasional dan internasional yang pernah mencicipi betapa manisnya hasil alam Papua yang begitu luar biasa.
Permata Papua
Manisnya jeruk Nabire yang mengalahkan produk buah impor pernah membawanya menuju Istana Negara pada tahun 2010 dalam acara perayaan kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tahun 2010 silam.
Sebanyak 250 kilo gram jeruk Nabire dikirim langsung ke Istana Negara dan mendapatkan pujian yang luar biasa karena kemanisannya.
Harga yang Manis
Bukan hanya sekedar manis, jeruk Nabire pun ternyata memiliki harga yang sangat bersahabat sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat lokal, nasional bahkan mancanegara.
Untuk harga 1kg si manis dari Nabire, masyarakat dapat membelinya dengan harga yang terbilang sangat-sangat murah yaitu Rp 5000 jika dibeli langsung di kebunnya. Sedangkan jika masyarakat membelinya di area pelabuhan Nabire harganya bisa mencapai Rp 7000 hingga Rp 8000 per kilo gram (masih murah).
Cinta dan Kebanggaan
Masyarakat Nabire kini boleh berbangga karena saat ini jeruk Nabire dikirim langsung menuju beberapa kota besar di Papua dan Indonesia. Sebut saja Manado, Sorong, Biak, Manokwari, Timika bahkan Ibukota Papua, Jayapura yang menjadi penikmat manisnya jeruk Nabire hingga saat ini.
Jadi bagaimana? Penasaran dengan manisnya jeruk Nabire yang mampu mengalahkan kualitas impor? Jika iya, luangkanlah waktu Anda dan sempatkan diri untuk berkunjung ke Nabire dan rasakan betapa manisnya jeruk Nabire yang telah mencuri perhatian dunia tersebut.
Mampir ke Nabire, Jangan Lupa Beli Jeruknya
0 Response to "Mampir ke Nabire, Jangan Lupa Beli Jeruknya"
Post a Comment