Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Belasan Calon Dubes RI Kunjungi Papua, Ada Apa?, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Belasan Calon Dubes RI Kunjungi Papua, Ada Apa? kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Belasan Calon Dubes RI Kunjungi Papua, Ada Apa? mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Sebanyak empat belas calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI mengunjungi Provinsi Papua dalam balutan rangkaian orientasi terakit beberapa prioritas penting isu politik luar negeri Indonesia.
Ke-14 calon duta besar tersebut adalah Kristiarto Legowo untuk ditempatkan di Australia, Tantowi Yahya (Golkar) untuk Selandia Baru, Ikrar Nusa Bhakti (peneliti) untuk Tunisia, Wieke Adiwoso Slovakia.
Ada juga Esti Andayani untuk Italia, Priyo Iswanto untuk Kolombia, Prof Radar Pardede untuk Tanzania, Mayjen Dr Arief Rachman (Unhan) untuk Afganistan, Nur Syahrir Rahardjo untuk Bahrain, Ngurah Ardiyasa untuk Sri Lanka, Andy Rachmianto untuk Yordania, Sahat Sitorus untuk Timor Leste, Rachmat Pramono untuk Kazakhstan, dan Rusdi Kirana (wantimpres/pengusaha) untuk Malaysia.
Papua menjadi pilihan belasan calon Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI tersebut terkait prioritas seperti Keutuhan NKRI, diplomasi ekonomi, pelayanan dan perlindungan WNI serta penguatan bilateral, regional dan juga multiteral.
“Papua yang dipilih karena terkait dengan empat prioritas tersebut,” kata Ketua Rombongan Lintas Nusantara yang juga Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Kristiarto Legowo seperti diberitakan Antara, Rabu (25/1).
Lebih lanjut Kristiarto menjelaskan bahwa kunjunga belasan calon Dubes tersebut jangan dipandang sebagai kunjungan politik yang melihat Papua sebagai daerah yang bermasalah namun dirinya menekankan bahwa Papua merupakan aset negara yang penting dalam upaya menjaga keutuhan NKRI, pembangunan ekonomi Indonesia, menguatkan hubungan bilateral, regional dan multilateral.
“Papua juga merupakan aset bagi bangsa dan negara. Para duta besar yang mewakili kepentingan masyarakat juga kepentingan warga Bumi Cenderawasih,” ujarnya.
Belasan Calon Dubes RI Kunjungi Papua, Ada Apa?
0 Response to "Belasan Calon Dubes RI Kunjungi Papua, Ada Apa?"
Post a Comment