Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang DUA PELAKU DIDUGA JARINGAN TERORIS TERTANGKAP DI DESA KETANGIREJO GODONG, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai DUA PELAKU DIDUGA JARINGAN TERORIS TERTANGKAP DI DESA KETANGIREJO GODONG kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan DUA PELAKU DIDUGA JARINGAN TERORIS TERTANGKAP DI DESA KETANGIREJO GODONG mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
Saat pelaku tertangkap di rumah Suyati warga Desa
Ketangirejo Kecamatan Godong Grobogan |
Grobogan Metro Realita Cyber
Dentasemen Khusus (Densus) 88 berhasil menangkap suami istri terduga teroris asal Ngawi Jawa Timur di TKP Desa Ketangirejo Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.
Terduga Jaringan Teroris Sugiyono asal Ngawi Jawa timur diringkus tanpa perlawanan sekitar pukul 19.30 WIB saat berada dirumah istrinya Maisyaroh Senin Malam (31/1)
Menurut saksi mata disekitar lokasi penangkapan mengatakan, proses penyergapan terhadap Sugiyono terduga teroris berlangsung cepat.Saat dilokasi kejadian tersebut posisi Sugiyono berada masih berada didalam rumah kemudian terduga teroris mendadak disergap oleh Densus 88 dan beberapa saat kemudian dibawa keluar rumah digelandang didalam mobil.
Menurut Kepala Desa Ketangirejo Slamet Susanto (42)." sebelum penangkapan dimulai pihaknya sudah mendapat informasi dari Resort Grobogan bahwa akan dilakukan penangkapan warganya yang bernama Sugiyono yang saat ini tinggal di Desa Ketitang dirumah Suyati ibu dari Maisyaroh.Saat tinggal dirumah Suyati mereka tidak pernah bersosialisasi dengan warga setempat bahkan terkesan tertutup kepada siapapun."ungkap kades
Operasi penangkapan Sugiyono senyap,bahkan anggota Densus 88 sudah menyebar personil untuk mengawasi dan mengepung rumah Suyati.Tepat pukul 19.40 WIB keduanya langsung dapat diringkus.
Keduanya dikhawatirkan akan melakukan perlawanan lalu Densus 88 dengan gerak cepat segera membawa keduanya ditempat yang aman.
Namun Pasca penangkapan tersebut Polisi dan TNI sudah mempersiapkan diri siaga memperketat penjagaan di setiap penjuru rumah Suyati.
Saat peristiwa penangkapan terjadi,Dalam hitungan menit setelah Densus 88 masuk kedalam rumah kemudian keluar membawa Sugiyono bersama Istrinya Maisyaroh masuk kedalam mobil yang sudah dipersiapkan di tempat parkir tak jauh dari rumah Suyati.Tepat pukul 19.40 WIB dalam keadaan masih gerimis keduanya kemudian dimasukan kedalam mobil lalu digelandang menuju Mapolda Jawa Tengah untuk pengusutan serta penyelidikan lebih lanjut dalam mengungkap jaringan teroris di Indonesia.
Usai penangkapan warga Desa Ketangirejo Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Gempar.Warga kampung keluar rumah dan langsung menanyakan kepada Suyati tentang peristiwa yang terjadi.
Dari keterangan Suyati malam ini Sugiyono dan anaknya Maiyaroh dibawa oleh Densus 88 ke Mapolda,dan saat itu Sugiyono baru tiduran didalam kamar karena sedang sakit.Sugiyono(42) menikah dengan Maisyaroh (37) memiliki 3 orang anak,"saya sedih bagaimana nasib anak anaknya nanti,padahal mereka sakit dan baru menjalani operasi kedua matanya."ungkap Suyati
Suyati mengakui bahwa Sugiyono saat tinggal di Desa Ketangirejo Godong sudah seminggu,bahkan saat tinggal dirumahnya tidak pernah melakukan perilaku yang menyimpang dan Suyati tak pernah menduga bahwa mantunya terlibat dalam jaringan teroris.
Pengakuan dari Sugiyono Kepada Suyati saat kedua matanya di operasi karena terkena pecahan gotri ban truk yang meledak di dekatnya.saat Sugiyono bersama Istrinya Maisyaroh dirumah kontrakan Ngawi Jawa Timur yang keseharianya bekerja sebagai pengrajin ban bekas tiba tiba saat bekerja ada ban truk yang meledak sehingga menghantam kedua matanya.Bahkan dalam menjalankan aktifitasnya sebagai pengrajin ban bekas Sugiyono dikenal warga Ngawi selalu mengikuti kegiatan keagamaan.(Bagus Murgan)
0 Response to "DUA PELAKU DIDUGA JARINGAN TERORIS TERTANGKAP DI DESA KETANGIREJO GODONG"
Post a Comment