Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Simalungun Menjerit

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Simalungun Menjerit, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Simalungun Menjerit kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Simalungun Menjerit mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Panen Bawang Merah di Hutaimbaru dan Haranggaol.
BeritaSimalungun.com, Hutaimbaru-Kini harga bawang merah hasil pertanian di Kabupaten Simalungun anjlok hingga ke harga Rp 4000 per kilogram. Sementara petani membeli bibit senilai Rp Rp58.000 per kilonya.

Kini petani bawang di Desa Hutaimbaru, Soping, Bage, Baluhut, Haranggaol, Nagori Purba menjerit akibat anjloknya harga bawang perah di Pekan Jumat Tongging. Harga hanya dikisaran Rp 4000 dan Rp 12.000.

Lamhot Saragih Manihuruk, seorang petani bawang Desa Hutaimbaru mengatakan, Jumat (13/1/2017) harga bawang di pekan Tongging hanya dihargai Rp 12.000/kg. Bahkan ada bawang petani Desa Nagori Purba, Kecamatan Horisan Haranggaol hanya dihargai Rp 4000/kg.

Disebutkan, biaya beli bibit dan perawatan bawang merah hingga panen cukup mahal. Sementara disaat panen tiba, harga tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Petani juga menyesalkan ketidak berdayaan Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menstabilkan harga bawang merah di pasaran, khususnya di Kabupaten Simalungun.

Lamhot Saragih Manihuruk meminta partisipasi Pemkab Simalungun dalam membantu bibit dan pupuk bersubsidi kepada petani sehingga kerugian tidak begitu besar disaat harga bawang merah anjlok. (Lee)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Simalungun Menjerit"

Post a Comment