Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Keren, Kopi Papua "Nama Naik" di Eropa, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Keren, Kopi Papua "Nama Naik" di Eropa kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Keren, Kopi Papua "Nama Naik" di Eropa mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Tak cuma diburu di dalam negeri, kopi Papua ternyata berhasil mencuri perhatian masyarakat Eropa yang hadir dalam Vienna Coffee Festival pada 13-16 Januari 2017 lalu di Austria.
Sebagai salah satu peserta dalam festival tersebut, Indonesia melalui KBRI Wina memperkenalkan kopi asal Papua dan Bali untuk dipamerkan sekaligus memberi kesempatan kepada pengunjung festival untuk mencicipi sensasi kopi-kopi asal Indonesia.
Di tahun ini, panitia festival mencatat ada kurang lebih 12 ribu pengunjung Vienna Coffee Festival yang hadir untuk meninkmati tawaran pelaku industri kopi yang datang dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dody Kusumonegoro, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Wina menjelaskan masyarakat Eropa banyak yang terpikat untuk mencoba cita rasa kopi Papua dan Bali.
“Banyak yang antri dan tak pernah sepi di tiap harinya. Terus mengalir antrian. Selain itu mereka juga memuji rasa kopi Papua dan Bali,” ungkap Dody.
Ia menambahkan, jika kopi Bali merupakan salah satu langganan kopi yang diimpor Austria dari Indonesia, kopi Papua belum terlalu banyak diketahui masyarakat disana.
Namun lewat festival ini, nama kopi Papua jadi mendunia lantaran rasanya yang khas sehingga mengundang banyak pengunjung untuk mencobanya. “Kopi Papua bisa masuk unggulan karena aroma yang khas dan ditanam pada tanah yang subur,” paparnya.
Diharapkan lewat festival ini banyak negara-negara Eropa yang tertarik untuk mengimpor kopi asal Indonesia di waktu yang akan datang. Austria sebagai tuan rumah Vienna Coffee Festival merupakan negara dengan konsumsi kopi tertinggi kelima di dunia.
Keren, Kopi Papua "Nama Naik" di Eropa
0 Response to "Keren, Kopi Papua "Nama Naik" di Eropa"
Post a Comment