Menhub Minta Maaf Atas Tragedi Kapal Zahro Express

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Menhub Minta Maaf Atas Tragedi Kapal Zahro Express, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Menhub Minta Maaf Atas Tragedi Kapal Zahro Express kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Menhub Minta Maaf Atas Tragedi Kapal Zahro Express mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Kementerian Perhubungan memberikan keterangan pers mengenai musibah kebakaran Kapal Zahro Express di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu, 1 Januari 2017. Dari kiri ke kanan : Dirut Jasa Raharja Budi Setiyarso, Dirjen Hubungan Laut Kemhub Antonius Tonny Budiyono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Satuan Penjagaan Laut dan Pantai Viktor. (Beritasatu.com/ Lenny Tristia Tambun)
Jambipos Online, Jakarta - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh korban dan keluarganya atas kejadian kebakaran Kapal Zahro Express pada Minggu (1/1/2017) pagi tadi.

"Tadi ada musibah kebakaran Kapal Zahro Express yang berangkat dari Muara Angke ke Pulau Tidung. Kementerian Perhubungan dan saya pribadi minta maaf secara pribadi atas musibah ini," kata Budi Karya saat menggelar keterangan pers di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (1/1/2017).

Untuk selanjutnya, pihaknya akan melakukan langkah-langkah penyelesaian terhadap musibah tersebut. "Kami sampaikan dukacita mendalam atas tewasnya saudara-saudara kita dan rasa prihatin bagi saudara-saudara yang mengalami luka di RS," ujarnya.

Untuk biaya perawatan dan santunan bagi para korban meninggal, lanjutnya, ia akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, Diantaranya Jasa Raharja, BPJS dan Pemprov DKI.

"Agar para korban mendapatkan perawatan yang baik dan ganti santunan dari pihak yang berkompeten," paparnya.

Ini Daftar Korban Zahro Express

Petugas gabungan mengangkat jenazah yang terbakar didalam kapal saat evakuasi kapal motor Zahro Express di dermaga Muara Angke, Jakarta, 1 Januari 2017. Kapal tersebut mengalami kebakaran saat berada di laut pada jarak 1 mil sebelah Barat Muara Angke. (Antara/M Agung Rajasa)

Kapal angkutan penumpang Zahro Express tujuan Pulau Tidung terbakar, Minggu (1/1/2017) sekitar pukul 08.45 WIB. Kapal yang sedianya menuju Pulau Tidung tersebut terbakar usai bertolak dari Dermaga Kaliadem, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara sekitar pukul 08.00 WIB.

Data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta yang dikutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sebanyak 194 korban dinyatakan selamat, 23 korban meninggal dunia, 17 korban luka-luka, dan 17 lainnya masih dinyatakan hilang.

Adapun data para korban sebagai berikut:
RS. Atmajaya Pluit

1. Ny. Sari, 42 th, Puri Pamulang, Tangerang Selatan, dirujuk ke RSCM
2. Ny. Yukchen, 65 th, Green Bay, pulang paksa
3. An. Fernando Gabriel, 1 th, Green Bay, rujuk RSPAD
4. An. Putra Aron, 10 bln, Komp. Kopo Permai, Bandung, rujuk RSPAD
5. Ny. Irna Wirnatin, 49th, Bandung, rujuk RS Pertamina
6. Tn. Iwan Ridwansyah, 26 th, Cikarang, pulang
7. Nn. Laras Melariana, 16 th, Bekasi, rujuk RSCM
8. An. Rifa Riskiawan, 7 th, Pamulang, pulang
9. Ny. Mutiara, 57 th, Bintaro, rujuk RS Budi Asih
10. Tn adi Syarifudin, 25 th, Jl. Anyar, Bogor, rujuk RSCM
11. Ny. Fitria, 20 th, Kamp. Anyar, pulang
12. Ny. Muliana, 57th, Bintaro, pulang
13. Nn. Ayu Purwanti, 21 th, Pangandaran, pulang
14. Ny. Reti Shelia, 31 th, pulang
15. Ny. Neneng Reni, 42 th, Bekasi, rujuk RS Budi Asih
16. Tn. Visnu Ramadhan, 24 th, Bogor, pulang
17. Ny. Ika Jatinikasari, 52 th, pulang
18. Ny. Maria Bernedeta, 22 th, Perum Graha Indah, Bogor, pulang
19. Ny. Yuliani, 33th, Apartemen Baywalk, pulang
20. Tn. Budiman, 41 th, Rawa Kepa, pulang
21. Tn. Jackson, 40 th, Pondok Aren, meninggal
22. Ny. Eli aliyah, 43 th, Cibinong, Bogor, meninggal

RS Pluit:

1.Tn. Sumardi, 35 tahun, diagnosa Multiple Combustio Grade I - II 15 %, dirawat
2. Nn. Andita Julia, 18 tahun, diagnosa observasi dyspnoe, pulang
3. An. Muhammad Haykan, 1 tahun, diagnosa Pneumonia Aspirasi
4. Tn. Rudi 30 tahun, diagnosa dyspnoe
5. Ny. Fency, 43 tahun, diagnosa Combustio Grade I - II 5 %, pulang

RS Pantai Indah Kapuk
1. Nn.Yeni Oktaviani, 20 th. Korban melompat ke laut dan terserang acute panic attack, pulang.
Bagi para keluarga atau kerabat yang ingin mencari informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

PUSDALOPS BPBD DKI JAKARTA
Telp/Fax : 021 - 386 5632
Call Center Jakarta Siaga: 112
Twitter : @BPBDJakarta.


(BS)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menhub Minta Maaf Atas Tragedi Kapal Zahro Express"

Post a Comment