Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Netizen Dominan Percaya Ahok-Djarot, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Netizen Dominan Percaya Ahok-Djarot kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Netizen Dominan Percaya Ahok-Djarot mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat saat menjawab pertanyaan moderator debat perdana Pilgub DKI Jakarta di Hotel Bidakara. Foto: MI/Ramdani |
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Netizen dinilai dominan percaya dengan apa yang ditunjukan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat dalam debat perdana Pilkada DKI. Keduanya juga dinilai relatif lebih tenang dari biasanya.
"Biasanya kalau di hari berikutnya itu diwarnai emosi yang lebih beragam, tetapi hari ini dia banyak direspon warnanya kita lihat warna hijau, trust (percaya)," kata Rustika Herlambang, analis dari Indonesia Indikator, saat mengulas debat Pilkada DKI di Metro TV, Jakarta, Jumat (13/1/2017) malam.
Menurut dia, kepercayaan juga ditunjukkan netizen kepada calon lain, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Ini terjadi lantaran kerasnya kerja masing-masing tim sukses pasangan calon dalam 'menjual' calonnya kepada warga Ibu Kota.
"Keyakinan, pasangan lain juga seperti itu sebenarnya karena kan timses pendukung mereka itu terus menerus memberikan dukungan," ucap dia.
Selain itu, Rustika menilai netizen merasa senang dengan penampilan yang ditunjukan. Di samping ada respons marah yang ditunjukkan netizen. Pasalnya, kata dia, respons marah itu bukan berarti kecewa dengan penampilan Ahok-Djarot.
"Amarah ini ditujukan pasangan lain kepada pasangan Ahok-Djarot, begitu sebaliknya. Di sini kita lihat Ahok-Djrot mendapatkan paling sedikit 'hujatan' dari biasanya," ujar dia.
Timses Ahok-Djarot, Bestari Barus menyambut baik respons yang diberikan netizen. Menurut dia, itu membuktikan sudah ada perubahan dari Ahok-Djarot terkait budi pekerti dan prilakunya yang selama ini dinilai kurang baik.
"Ahok juga didoakan para ulama banyak, sehingga di sini dia bisa lebih baik lagi bertutur kata dan menyejukan masyarakat," kata Bestari.
Ahok: Kalau tak Ada Actionnya Itu hanya Teori
 |
| Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat saat menjawab pertanyaan moderator debat perdana Pilgub DKI Jakarta di Hotel Bidakara. Foto: MI/Ramdani |
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama membantah pernyataan calon gubernur nomor urut 3 Anies Baswedan terkait fokus utama pembangunan Jakarta. Menurut Ahok, pembangunan pendidikan adalah sebuah kebijakan.
"Di dalam visi misi, bukan strategi. Strategi kita adalah transparansi, nontunai dll. Tapi soal pendidikan itu adalah kebijakan, apapun yang dipikirakan, dirancang dan dianggarkan harus membuat penuh otak, perut dan dompet warga DKI," kata Ahok dalam acara debat perdana Pilgub DKI Jakarta di Auditorium Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).
Ia menambahkan, "Ini adalah perbedaannya, pasangan nomor tiga hanya membangun fisik, jembatan segala macam, Bukan! Karena kami ingin memperbaiki orang, orang gimana mau sekolah, orang mau ibadah kalau tempatnya banjir sampai tiga minggu karena itulah kami ingin membangun fisik, cityville, danau, dan membuat sungai yang rapi."
Menurut dia, pembangunan fisik itu dilakukan sudah dengan berbagai kajian. "Jadi ini bukan dilihat sebagai benda mati. Jadi kalau kita lihat RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak), ya ini benda mati, tapi ini dikaji dengan pemetaan sosial supaya orang dari janin hingga lansia betah di sana," kata dia.
Ahok mengkritik konsep yang digembar gemborkan Anies Baswedan. Menurut dia apa yang ditawarkan Anies hanya teori. "Kalau kita hanya mengatakan membangun, membangun, manusia, manusia tapi tidak ada bangunan benda matinya. Itu namanya teori saja. Itu ngajar, dosen di kampus. Ingin bangun ini, tapi tidak ada actionnya," kata dia.
"Kalau kami tahu tujuannya, terukur ya harus membangun. Harus ada fisik supaya SDM tercapai. Mungkin pasangan tiga gayanya gitu, dosen," imbuhnya. (*)
Sumber: Metrotvnews.com
0 Response to "Netizen Dominan Percaya Ahok-Djarot"
Post a Comment