Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang [OPINI] Miras, Pemangku Jabatan dan Omong Kosong yang Berlaku di Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai [OPINI] Miras, Pemangku Jabatan dan Omong Kosong yang Berlaku di Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan [OPINI] Miras, Pemangku Jabatan dan Omong Kosong yang Berlaku di Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Namanya Kezia Mamansa, bocah berusia empat tahun yang diperkosa dan kemudian dibunuh serta dikubur dalam sebuah kubangan lumpur di Kilometer 8, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat oleh sekelompok iblis berwujud manusia yang tengah dipengaruhi minuman keras pada hari Selasa (10/1).
Tak hanya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban namun kasus yang menimpa bocah tak berdosa itu menjadi viral di dunia maya serta mendapatkan perhatian bahkan kecaman dari dunia internasional.
Meskipun para pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat, hal ini tentu menjadi pukulan dan meninggalkan aib bagi Orang Asli Papua (OAP) yang selama ini dikenal sebagai manusia-manusia yang ramah dan selalu bersahabat dengan kalangan masyarakat dari berbagai provinsi di belahan nusantara.
Terlebih khusus ketika aparat kepolisian membekuk para pelaku, nampak semuanya merupakan masyarakat asli Papua yang jelas-jelas sangat memalukan dan perlu adanya tindakan khusus untuk menghukum para pelaku tersebut.
Kejadian ini pun turut mencoreng nama Bumi Cenderawasih yang selama ini dikenal sebagai tempat yang aman dan penuh toleransi bagi siapapun umat manusia yang datang dan menetap disana.
Minuman Keras (Miras)
Indikasi penggunaan minuman keras (miras) tercium ketika aparat kepolisian membekuk tiga orang tersangka yang terlibat dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan bocah bernama Kezia Mamansa beberapa jam setelah korban ditemukan oleh warga.
Hal ini tentunya merefleksi janji-janji yang penuh dengan ‘omong kosong’ oleh para pemangku jabatan yang terlihat sangat tidak tidak tidak serius dalam memerangi peredaran minuman keras yang selalu menjadi akar tindakan kriminalitas di wilayah Papua dan Papua Barat.
Omong Kosong
Disinilah masyarakat dapat melihat keseriusan para pemangku jabatan yang selalu ‘berjanji’ akan memusnahkan peredaran minuman keras di wilayah Bumi Cenderawasih namun apalah dayanya janji hanya tinggal janji.
Setelah Kezia Mamansa pergi dan meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga yang ditinggalkan, siapakah lagi korban berikutnya yang akan menjadi tumbal omong kosong para pemangku jabatan di Bumi Cenderawasih?
[OPINI] Miras, Pemangku Jabatan dan Omong Kosong yang Berlaku di Papua
0 Response to "[OPINI] Miras, Pemangku Jabatan dan Omong Kosong yang Berlaku di Papua"
Post a Comment