Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang PLN Akui Pembebasan Lahan Jadi Masalah Pembangunan Infrastruktur di Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai PLN Akui Pembebasan Lahan Jadi Masalah Pembangunan Infrastruktur di Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan PLN Akui Pembebasan Lahan Jadi Masalah Pembangunan Infrastruktur di Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – PT. PLN (Persero) menyampaikan dalam upaya meningkatkan pelayanan yang baik bagi masyarakat lewat pembangunan infrastruktur di Papua, salah satu permasalahan rumit yang dihadapi adalah masalah pembebasan lahan.
Tak jarang, ketika urusan pembebasan lahan menemui jalan buntu, sejumlah proyek pembangunan yang sudah dicanangkan sejak jauh-jauh hari menjadi molor dari waktu yang sudah ditargetkan.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Papua, Henrison Lumbanraja mengatakan di tahun 2017 PLN sudah menargetkan untuk menyelesaikan sebanyak empat infrastruktur kelistrikan di Papua.
Namun untuk mewujudkan target tersebut, peran serta dukungan pemerintah dan masyarakat dinilai sangat berpengaruh. Dimana pemerintah memiliki kepentingan dalam proses perizinan, sedangkan masyarakat harus mendukung kelancaran pembebasan lahan.
“Saya harap pemerintah daerah dan warga mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan oleh PLN karena kelak manfaat listrik akan kita nikmati bersama juga,” ujar Henrison dalam keterangan tertulis yang diterima HarianPapua.com, Rabu (11/01/2017) kemarin.
Lebih lanjut, ia lalu merinci keempat proyek infrastruktur yang siap diselesaikan PLN tahun ini di Papua. Yaitu dua Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plan (MPP) Jayapura (50 MW) dan PLTMG MPP Nabire (20 MW).
Untuk dua proyek lainnya, PLN akan menuntaskan pembangunan dua Gardu Induk (GI) masing-masing GI Holtekamp dan GI Jayapura.
Selain persoalan pembebasan lahan, Henrison juga menjelaskan masalah teknis di Papua yang kerap dihadapi PLN adalah kondisi kontur tanah yang ekstrim serta akses jalan menuju lokasi proyek cukup sulit.
Pada tahun 2016, PLN berhasil merampungkan beberapa infrastruktur kelistrikan di Papua antara lain PLTA Orya Genyem, GI Skyline dan GI Sentani yang diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.
PLN Akui Pembebasan Lahan Jadi Masalah Pembangunan Infrastruktur di Papua
0 Response to "PLN Akui Pembebasan Lahan Jadi Masalah Pembangunan Infrastruktur di Papua"
Post a Comment