Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Proyek Jalan Seribudolok-Saran Padang "Dikorupsi", yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Proyek Jalan Seribudolok-Saran Padang "Dikorupsi" kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Proyek Jalan Seribudolok-Saran Padang "Dikorupsi" mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| Proyek Jalan Seribudolok-Saran Padang "Dikorupsi" |
BeritaSimalungun.com, Saribudolok- Proyek peningkatan struktur jalan provinsi yang menguhungkan jalan Seribudolok-Saran Padang di Kabupaten Simalungun yang anggarannya ditampung di APBD Provinsi Sumatera Utara pada Dinas Bina Marga sebesar Rp 7 Miliar ditemukan bermasalah. Pasalnya yang baru dibangun kondisinya sudah ada yang rusak. Diduga kuat proyek jalan itu tak sesuai spek.
Sementara Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Sumatera Utara diminta serius memeriksa laporan keuangan atas pelaksanaan proyek peningkatan struktur jalan provinsi yang menguhungkan jalan Seribu Dolok-Saran Padang di Kabupaten Simalungun yang anggarannya ditampung di APBD Provinsi Sumatera Utara pada Dinas Bina Marga.
Pasalnya proyek yang menelan biaya Rp 7 miliar lebih itu kondisinya sudah rusak dan rawan korupsi, kolusi dan nepotisme. Demikian diungkapkan Jayaman Sinaga, Devisi Investigasi Simalungun Development Watch (SDW) kepada wartawan Jumat pekan lalu.
Menurut Jayaman, penyedia jasa proyek tersebut adalah PT Tulung Agung yang bermarkas di Kota Medan. Meskipun lewat tender, penetapan PT Tulung Agung sebagai penyedia jasa kata dia hanya untuk memenuhi proses administrasi saja, karena panitia tender telah diarahkan Kepala Dinas Bina Marga Sumut untuk memenangkan PT Tulung Agung. “Ada persekongkolan (kolusi) panitia dengan penyedia jasa dan itu ada deal-dealnya,”ucapnya.
Sebagian kondisi pengerjaan proyek itu kini telah rusak dan mengakibatkan saluran pipa air mengalami kerusakan. “Asal jadi proyek itu, warga di Saran Padang pun sudah mengeluh karena air minum tersendat-sendat,” katanya.
Dia pun berharap, BPK-RI perwakilan Sumatera Utara menjadikan proyek yang dikerjakan PT Tulung Agung sebagi sampel dalam pemeriksaan laporan keuangan APBD Provinsi Sumut TA 2016.
Terkait hal itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Rekson Sianipar saat dikonfirmasi wartawan, tak bersedia memberikan penjelasan. Padahal isi pesan singkat yang dikirimkan atas permasalahan proyek yang diawasinya. Begitu juga dengan direktur PT Tulung Agung belum berhasil dimintai keterangan.
Di tempat lain sumber dana yang sama, proyek pengaspalan juga terjadi. Bedanya, PPTK di proyek ini mau bicara, namanya Marganda Tobing.
Dia mengatakan, proyek peningkatan struktur jalan provinsi jurusan Pematang Raya-Tiga Runggu, disebabkan tidak menyatunya AC Base dengan Hotmix pada kegiatan yang mengakibatkan maraknya pipa air bersih yang pecah dibawah jalan. Sedangkan ketebalan hotmix peningkatan struktur jalan senilai Rp 13.119.835.074 itu katanya 10 centimeter.
“AC Base tidak menyatu dengan hotmix akibat maraknya pipa air bersih dibawah jalan yang pecah. Tidak ada anggaran untuk kegiatan pengalihan pipa air tersebut,” ujarnya kepada wartawan. (BS-1)
0 Response to "Proyek Jalan Seribudolok-Saran Padang "Dikorupsi""
Post a Comment