Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Banyak Guru Berlabel ASN "Malas" Mengajar di Pedalaman Papua, Kenapa?, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Banyak Guru Berlabel ASN "Malas" Mengajar di Pedalaman Papua, Kenapa? kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Banyak Guru Berlabel ASN "Malas" Mengajar di Pedalaman Papua, Kenapa? mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Pendidikan di Tanah Papua memang tidak pernah terlepas dari kata ‘Ada Guru Tidak Ada Murid’ dan juga sebaliknya.
Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa pendidikan di Tanah Papua sangat jauh dari tertinggal dan perlu pembenahan yang serius dan berkelanjutan.
Laporan terbaru dari Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika, Jenny O Usmani memperlihatkan situasi dimana terdapat banyak guru berlabel aparatur sipil negara (ASN) di daerah tersebut yang malas bertugas di pedalaman Mimika dan hanya mau untuk bekerja dan melayani di wilayah perkotaan saja.
Hal ini membuat puluhan sekolah yang terdiri dari SD, SMP dan SMA di wilayah tersebut hanya dilayani oleh para guru kontrak ataupun guru-guru dari yayasan tertentu yang dibiayai langsung oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.
Jenny mengakui belum mengetahui alasan pasti dibalik rasa malas untuk mengajar di pedalaman Mimika sehingga para guru ASN tersebut memilih untuk menetap dan mengabdi di wilayah perkotaan saja.
“Sebelumnya ada guru ASN di pedalaman namun mereka semua minta nota tugas ke kota, dan jangan tanyakan kepada saya terkait hal itu karena saya tidak tahu. Itu terjadi sebelum saya menjabat,” kata Jenny ketika diwawancarai Antara, Rabu (8/2).
Sementara itu, para guru kontrak yang seharusnya mengajar di wilayah pedalaman Mimika hingga saat ini tidak kunjung kembali lagi untuk mengabdi karena kontrak kerja mereka telah habis sejak tanggal 31 Desember 2016 tahun lalu.
Pemkab Mimika juga seperti diterangkan Jenny masih terus melakukan evaluasi para guru kontrak yang pernah dikontak untuk mengajar di wilayah pedalaman Mimika karena ada diantara para guru kontrak tersebut yang selalu mangkir dan tidak melakukan tugasnya dengan baik namun tetap menikmati gaji yang diberikan oleh Pemkab Mimika.
“Kita tidak mau seperti guru kontak pemkab yang ditugaskan di SMP Mapar namun dia hanya pergi satu kali dan kembali, seterusnya dia tidak lagi pergi ke tempat tugas padahal gaji jalan terus,” ujarnya.
Banyak Guru Berlabel ASN "Malas" Mengajar di Pedalaman Papua, Kenapa?
0 Response to "Banyak Guru Berlabel ASN "Malas" Mengajar di Pedalaman Papua, Kenapa?"
Post a Comment