Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Banyak "Raja Kecil" yang Menghambat Pembangunan di Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Banyak "Raja Kecil" yang Menghambat Pembangunan di Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Banyak "Raja Kecil" yang Menghambat Pembangunan di Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan kunjungan tiba-tiba di Papua mendapatkan apresiasi dan dukungan masyarakat Papua tak terkecuali anggota DPR Papua, Yan Mandenas.
Yan mengatakan bahwa langkah KPK sudah tepat dengan melakukan piknik ke Bumi Cenderawasih karena selama ini terdapat mafia dan Raja Kecil yang suka menghambat pembangunan di tanah Papua.
“Indikasi (korupsi) ini sudah berjalan lama, ada mafia proyek di bawah pengaruh penguasa baik di lingkungan pemerintah provinsi maupun di DPR Papua,” tegas Yan Mandenas yang merupakan Ketua Fraksi Partai Hanura tersebut, Jumat (3/2).
Dengan adanya campur tangan KPK Yan berharap bahwa semua pelaku praktik korupsi bisa diberantas agar pembangunan di tanah Papua dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Ini langkah awal untuk masuk, karena korupsi besar masih banyak, terutama di wilayah Pegunungan yang sulit dijangkau, yang juga dikendalikan yang sedang berkuasa.” terangnya.
Banyak "Raja Kecil" yang Menghambat Pembangunan di Papua
0 Response to "Banyak "Raja Kecil" yang Menghambat Pembangunan di Papua"
Post a Comment