Cabai Sering Mahal, Pemprov Papua Sarankan Masyarakat Tanam Sendiri

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Cabai Sering Mahal, Pemprov Papua Sarankan Masyarakat Tanam Sendiri, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Cabai Sering Mahal, Pemprov Papua Sarankan Masyarakat Tanam Sendiri kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Cabai Sering Mahal, Pemprov Papua Sarankan Masyarakat Tanam Sendiri mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua mengajak masyarakat untuk menanam sendiri cabai yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan pokok bahan pangan. Melalui Badan Ketahanan Pangan dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Pemprov Papua telah mencanangkan agar masyarakat dapat menanam sendiri cabai di pekarangan rumah.


Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Koordinasi Penyuluh Provinsi Papua Robert Edi Purwoko menjelaskan langkah ini diambil karena harga cabai sering melambung tinggi sehingga sangat menyusahkan masyarakat. Apalagi cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Papua.


“Harga cabai yang tinggi memang menjadi penyebab inflasi tapi sebenarnya hal itu bisa diatasi jika masyarakat mau memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai,” ujar Robert, Senin (20/02/2017) kemarin.


Ia menyebuut saat ini pihaknya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Badan Ketahanan Pangan dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Papua untuk menyediakan bibit-bibit cabai yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat dalam waktu dekat.


Upaya ini, kata Robert, merupakan bagian dari instruksi Menteri Pertanian agar harga cabai di tiap daerah tidak lagi melambung tinggi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. “Dengan kerjasama semua masyarakat mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi harga cabai mahal,” paparnya.


Di akhir tahun 2016, harga cabai di Kota Jayapura sempat menyentuh harga 120-130 ribu per kilo akibat cuaca buruk yang membuat banyak petani gagal panen. Kenaikan fantastis cabai ini juga memberikan dampak kepada sejumlah usaha masyarakat seperti rumah makan yang akhirnya ikut-ikutan menaikan harga jual.





Cabai Sering Mahal, Pemprov Papua Sarankan Masyarakat Tanam Sendiri

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cabai Sering Mahal, Pemprov Papua Sarankan Masyarakat Tanam Sendiri"

Post a Comment