Cerita 2 Siswa SMA Tantang Duel Pelaku Bom Panci Bandung

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Cerita 2 Siswa SMA Tantang Duel Pelaku Bom Panci Bandung, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Cerita 2 Siswa SMA Tantang Duel Pelaku Bom Panci Bandung kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Cerita 2 Siswa SMA Tantang Duel Pelaku Bom Panci Bandung mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Diduga Pelaku-IST FB


Diduga Pelaku-IST FB
BeritaSimalungun.com, Bandung - Lupy M dan Syafii Nurhikmah merupakan dua pelajar SMA 6 Kota Bandung, Jawa Barat, yang berani mengejar pelaku teror bom panci di Taman Pendawa. Pelajar kelas XI IPS 3 tersebut tergugah keberaniannya karena kesal dengan pelaku bom panci yang dianggap mencoreng keamanan di Kota Bandung.

"Sudah tugas kita mencintai Indonesia. Ini kan sudah masuk kasus kriminal. Sebagai warga negara yang baik, sudah sewajarnya kami mengejar pelaku itu," kata Syafii saat ditemui di sekolahnya, Jalan Pasirkaliki, Bandung, Senin (27/2/2017).
Lupy M dan Syafii Nurhikmah merupakan dua pelajar SMA 6 Kota Bandung, Jawa Barat, yang berani mengejar pelaku teror bom panci di Taman Pendawa. 
Syafii bercerita saat dia dan teman-temannya mengejar pelaku hingga ke dalam kantor kelurahan. Kedatangan pelaku sempat membuat panik para pekerja, yang jumlahnya sekitar 10 orang. 


"Yang kerja di sana dan orang-orang sempat kami suruh keluar karena bahaya. Terus si pelaku sembunyi di lantai dua, baru polisi datang," ucap Syafii.

Syafii menuturkan, dia dan Lupy sempat melihat polisi bernegosiasi dengan pelaku.

"Si pelakunya bilang 'dibedil siah' (saya tembak kamu). Terus ngelemparin kursi ke arah polisi sampai kaca jendela pecah," kata Syafii.Syafii mengaku sempat mengajak duel dengan tangan kosong kepada pelaku. Namun urung karena pelaku membawa sangkur.

"Dia bilang, 'Ayo kalau berani.' Saya bilang, 'Kalau mau duel, senjatanya simpan.' Tapi dia tidak mau," ungkapnya.

Syafii dan Lupy tidak menyadari apa yang mereka lakukan itu berbahaya. Saat itu yang terpikir hanya mengejar pelaku bom panci tersebut.

"Iya, sempat kepikiran juga gimana kalau kami jadi korban. Tapi saat itu yang penting kejar saja dulu. Karena kan belum ada polisi. Pas dateng polisi mah, kami balik lagi," ucap Syafii.

Cerita Menegangkan Staf Kelurahan saat Pelaku Bom Panci Beraksi


Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo Bandung.
Sri Haryani mengalami hal menegangkan di hari pertama masuk kantor, Senin (27/2/2017). Staf Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo itu berada di bawah ancaman pelaku peledakan bom panci. 

"Pelaku datang sendiri, tiba-tiba masuk kantor, dan bawa belati (sangkur)," kata Sri Haryani kepada detikcom.Pelaku yang berinisial YC alias AS (42) berteriak, 'Mana yang punya kantor?' Pegawai kelurahan yang rata-rata berjenis kelamin perempuan ketakutan. Sebagian bersembunyi di bawah meja.

Sri Haryani tak tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai akhirnya siswa SMA berteriak dari luar kantor. "Ada bom," kata Sri menirukan ucapan siswa SMA tersebut. Menurut Sekretaris Kelurahan Arjuna, Ganjar Budi, pelaku masuk ke kantor setelah dikejar siswa SMA dan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). 

Sri Haryani dan beberapa petugas kelurahan melarikan diri tak melalui pintu. "Kami lewat kaca konter ruangan pelayanan," ungkap Sri Haryani.

Semua yang berada di kantor kelurahan, baik pegawai maupun warga, selamat. Pelaku yang berasal dari Kabupaten Bandung itu tertahan di kantor dan akhirnya dilumpuhkan polisi. Nyawanya tak tertolong saat dibawa ke rumah sakit. (Dtk)  
  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita 2 Siswa SMA Tantang Duel Pelaku Bom Panci Bandung"

Post a Comment