Chappy Hakim Mundur Sebagai Presdir Freeport, Enembe: Penting Kah?

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Chappy Hakim Mundur Sebagai Presdir Freeport, Enembe: Penting Kah?, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Chappy Hakim Mundur Sebagai Presdir Freeport, Enembe: Penting Kah? kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Chappy Hakim Mundur Sebagai Presdir Freeport, Enembe: Penting Kah? mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Mundurnya Chappy Hakim dari jabatan Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia menurut Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap permintaan masyarakat Papua yang selama ini menuntut adanya pembangunan smelter di Bumi Cenderawasih.


“Saya juga baru dengar dari media, kalau dia mundur, yang jelas tidak mempengaruhi tuntutan kami,” kata Lukas kepada Antara, Senin (20/2).


Lukas juga mengingatkan PT Freeport untuk tidak mencari alasan tambahan mengingat perusahaan asing milik Amerika Serikat tersebut memiliki utang sebesar Rp 3,5 triliun yang harus dibayarkan kepada pemerintah provinsi Papua terkait pajak permukaan air.


“Kami juga mengingatkan tentang hasil putusan pengadilan pajak Jakarta yang meminta PTFI membayar Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp3,5 trilliun,” ujarnya.


Chappy Hakim sendiri mundur dari jabatannya sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia setelah isu izin ekspor konsentrat memanas yang memancing perusahaan asing milik Amerika Serikat tersebut melakukan PHK besar-besaran terhadap ratusan karyawannya.





Chappy Hakim Mundur Sebagai Presdir Freeport, Enembe: Penting Kah?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Chappy Hakim Mundur Sebagai Presdir Freeport, Enembe: Penting Kah?"

Post a Comment