Curah Hujan Tinggi & Sering Banjir Menyebabkan Harga Gabah Turun Sedang Harga Katul Naik

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Curah Hujan Tinggi & Sering Banjir Menyebabkan Harga Gabah Turun Sedang Harga Katul Naik, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Curah Hujan Tinggi & Sering Banjir Menyebabkan Harga Gabah Turun Sedang Harga Katul Naik kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Curah Hujan Tinggi & Sering Banjir Menyebabkan Harga Gabah Turun Sedang Harga Katul Naik mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Harga Gabah Turun Petani Desa Getarejo dan Petani
Desa Menduran Mengeluh  Tak ada Panas
Grobogan Metro Realita 
Harga gabah kering panen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, turun Rp2.600 per kilogram memasuki sedangkan harga katul naik menjadi Rp.3000/Kilogram menjelang februari 2017.
Penurunan harga gabah
dibanding dengan harga katul sangat memukul petani Desa Menduran dan Desa Getasrejo Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan.
Penurunan harga gabah disebabkan karena tidak ada panas dan sering terjadi hujan sehingga saat ini Sabtu (18/2/2017) petani sulit mengeringkan hasil pertanianya.
 Turunya harga gabah dan naiknya harga katul disebabkan karena lahan pertanian sering kebanjiran, "Harga gabah pada Februari 2017 mengalami penurunan rata-rata Rp2.600 per kilogram dibandingvpada bulan Desember 2016 faktor utamanya karena beberapa daerah sudah panen dan belum masa panen di daerah banjir sehingga petani memutuskan untuk memanenya ,dan hari ini harga gabah anjlok lebih murah dibanfing dengan harga katul."kata seorang petani Seno (45) warga Getasrejo Kecamatan Brati Grobogan.

Petani Grobogan yang sawahnya tak terendam air bisa memanen hasilnya sedangkan petani yang sawagnya terendam banjir masih kesulitan menjual hasil panenya,karena gabah dari para petani karena belum memasuki masa panen raya sudah terendam banjir dan tidak ada panas sehingga sulit dalam proses pengeringan.

Pemilik penggilingan padi yang model panggilan Desa Getasrejo Brati Tejo (45) mengatakan ."meskipun harga gabah telah turun,namun mesin giling yang harga yang berlaku saat ini masih tinggi karena kebutuhan solar dan tenaga,stok gabah berlebihan namun harga katul tinggi sehingga banyak petani yang mengutamakan kebutuhan katul, dengan harga gabah turun sekarang pihaknya tidak mendapat untung dari proses penggilingan padi. "Kami hanya mendapat untung dari penjualan bekatul dan sekam hasil proses penggilingan," kata Tejo.(Bagus Murgan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curah Hujan Tinggi & Sering Banjir Menyebabkan Harga Gabah Turun Sedang Harga Katul Naik"

Post a Comment