Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Gubernur Papua Yakin Penetapan MK Tersangka Ada Unsur Politik, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Gubernur Papua Yakin Penetapan MK Tersangka Ada Unsur Politik kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Gubernur Papua Yakin Penetapan MK Tersangka Ada Unsur Politik mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Gubernur Papua Lukas Enembe menduga dalam penetapan status tersangka oleh KPK kepada Kepala Dinas PU Papua Mikael Kambuaya (MK) terdapat unsur-unsur politik di dalamnya.
Bahkan Enembe yakin MK tidak bersalah dalam kasus proyek pembangunan jalan Sentani-Depapre yang kini menjeratnya. Keyakinan Enembe muncul setelah sebelumnya dihubungi MK untuk menjelaskan kasus tersebut.
“Saya yakin Mikael tidak bersalah. Saya dihubungi dia bilang katanya nanti kita ditangkap semua. Ketahuan disitu (ada unsur politik), kalau dia katakan seperti itu,” ucap Enembe ketika memimpin apel pagi, Senin (06/02/2017) dikutip dari BeritaSatu.com.
Enembe menjelaskan dirinya masih akan menjabat sebagai orang nomor satu di Papua hingga bulan April tahun 2018 mendatang. Sehingga ia tak terima jika dalam aksi KPK di Papua ditunggangi muatan politik.
Selanjutnya ia juga mengkritisi pemerintah pusat yang dinilai tajam dalam memberantas kasus korupsi namun tumpul dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua.
“Ini kelemahan negara, dimana negara tidak kelola baik provinsi ini. Orang Papua banyak dibunuh tidak diselesaikan,” sambung Enembe.
Enembe menilai seharusnya masalah HAM juga turut diselesaikan secara baik agar masyarakat Papua dapat sepenuhnya merasa bagian dari negara Indonesia.
Kembali ke kasus MK, Gubernur mengatakan jika maksud KPK dalam penyidikan kasus ini murni untuk pemberantasan korupsi, ia tak masalah. Namun jika kedatangan KPK membawa agenda politik ia siap melawan.
“Saya ini kepala suku dan kita bisa perang disini. Saya suruh perang bisa. Tetapi kalau murni hukum kita harap proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kalau murni kepentingan politik saya katakan kita akan perang” tukas Enembe.
Gubernur Papua Yakin Penetapan MK Tersangka Ada Unsur Politik
0 Response to "Gubernur Papua Yakin Penetapan MK Tersangka Ada Unsur Politik"
Post a Comment