HARGA SAYUR BAYAM NAIK DIPASAR TRADISIONAL TEMON BRATI

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang HARGA SAYUR BAYAM NAIK DIPASAR TRADISIONAL TEMON BRATI, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai HARGA SAYUR BAYAM NAIK DIPASAR TRADISIONAL TEMON BRATI kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan HARGA SAYUR BAYAM NAIK DIPASAR TRADISIONAL TEMON BRATI mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Pasar Tradisional Desa Temon Brati Grobogan
Senin (6/2) pukul  03.30 WIB 
Grobogan Metro Realita Cyber 
Hujan yang terus menerus mengguyur di Kabupaten Grobogan hingga Senin (6/2) menyebabkan beberapa harga kebutuhan bahan makanan di pasar tradisional Desa Temon Kecamatan Brati melonjak.
Kenaikan harga sayur bayam yang meningkat tajam ini disebabkan karena pada wilayah kendeng utara sering digenangi air banjir.
Grobogan yang akhir akhir ini sering banjir tiap hujan menyebabkan hasil pertanian merosot.
Salah satunya terjadi pada sayur mayur.
Fatimah (43) pedagang di Pasar tradiisonal Desa Temon Km 5 Purwodadi Pati mengatakan,"harga sayuran seminggu yang lalu hingga hari ini meningkat drastis,biasanya setiap hari menerima stok sayuran dari petani  berbagai desa sekitar hingga 20 killo /hari namun saat ini hanya berkisar sekitar 5 kilo/hari  dan itupun harga sudah mahal,pasokan yang berkurang dari sejumlah petani desa sekitar membuat sayur tak bisa kami drop ke pasar besar Holtikultura jalan Gajahmada Purwodadi,Kalau sehari kami terima sedikit dari petani ya sayur bayam habis terjual disini pak."ungkap Fatimah

Hujan yang mengguyur di wilayah kendeng utara dan meluapnya aliran sungai  yang mengakibatkan sering terjadinya banjir mempengaruhi harga Sayur di pasar Temon Naik, Bayam Rp 15 ribu Per Kilogram,(satu ikat yang mulanya Rp.500 /ikat namun hingga kini sudah mencapai Rp.3.500/ikat.
Harga bayam misalnya perkilo Rp 15 ribu, sawi Rp 17 ribu, kangkung Rp 14 ribu, tomat Rp 25 ribu,Cabe Rp 130/kilo dan lain-lain.
Meningkatnya sayur bayam berimbas pada kenaikan harga kebutuhan yang lain.Stok kebutuhan pokok dari petani lokal tersebut juga berkurang karena banyaknya permintaan dari berbagaibpedagang luar kota,Selain kebutuhan barang mahal,namun pembeli sering tak kebagian barang.Kenaikan harga sayur bayam ini sudah terjadi sejak beberapa pekan yang lalu dibpasar tradisional Temon Brati Grobogan.(Gus Murgan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HARGA SAYUR BAYAM NAIK DIPASAR TRADISIONAL TEMON BRATI"

Post a Comment