Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Hari Ini Ribuan Karyawan Freeport Datangi Kantor Bupati Mimika, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Hari Ini Ribuan Karyawan Freeport Datangi Kantor Bupati Mimika kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Hari Ini Ribuan Karyawan Freeport Datangi Kantor Bupati Mimika mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Ribuan karyawan PT. Freeport Indonesia (PTFI) melakukan aksi solidaritas dengan bersama-sama mendatangi kantor bupati Mimika yang terletak di Kampung Karang Senang-SP3, Timika, Jumat (17/02/2017) siang.
Kedatangan ribuan karyawan ini dengan maksud meminta kepada pemerintah pusat melalui Pemkab Mimika agar tetap menerbitkan izin ekspor konsentrat bagi PTFI. Sejak izin tersebut dicabut tertanggal 12 Januari 2017, PTFI telah melakukan berbagai kebijakan yang berujung pada dirumahkannya ratusan karyawan.
“Kami meminta agar izin ekspor dan operasional perusahaan tetap berjalan normal. Kami adalah rakyat pembayar pajak aktif. Jangan mengorbankan kami sebagai karyawan oleh karena kebijakan bapak-bapak yang tidak dapat kami mengerti.,” ujar Juru Bicara Aksi, Fredric Magai seperti dilansir Antara, Jumat (17/02/2017).
Ia meminta kepada Pemerintah Pusat agar sebaiknya mempertimbangkan kembali keputusan soal izin ekspor ini, pasalnya ada banyak masyarakat asli Papua yang hidupnya sangat bergantung kepada operasional PTFI.
Mulai dari para pekerja tambang, masyarakat setempat, pemilik hak ulayat hingga Pemerintah Daerah Mimika diakui sudah sangat bertumpu dengan pendapatan dari beroperasinya PTFI.
Dengan dicabutnya izin ekspor, PFTI kini hanya bisa memasok sekitar 40 persen konsentratnya ke pabrik pengolahan di PT Smelting Gresik Jawa Timur. Hal ini membuat PTFI terpaksa menutup operasional tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah untuk mengurangi penambahan konsentrat yang tak dapat diekspor.
Hasilnya kini sudah ada sekitar 300 karyawan yang dirumahkan demi tetap menjaga keseimbangan perusahaan. Mereka yang dirumahkan kebanyakan adalah pekerja asing dan pekerja yang sudah memasuki usia senja menjelang pensiun.
Hari Ini Ribuan Karyawan Freeport Datangi Kantor Bupati Mimika
0 Response to "Hari Ini Ribuan Karyawan Freeport Datangi Kantor Bupati Mimika"
Post a Comment