Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Jalan Trans Papua Telah Dibangun, Tudingan Natalius Pigai Keliru, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Jalan Trans Papua Telah Dibangun, Tudingan Natalius Pigai Keliru kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Jalan Trans Papua Telah Dibangun, Tudingan Natalius Pigai Keliru mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembangunan jalan trans Papua memang benar adanya dan bukan pembohongan publik seperti yang dilontarkan anggota Komnas HAM Natalius Pigai beberapa waktu lalu.
Dalam rilis resmi Kementerian PUPR yang diterima HarianPapua.com, ada total 11 ruas jalan utama yang menjadi jalur trans Papua membentang dari Sorong hingga Merauke dengan rincian tujuh ruas jalan berada di Papua dan empat ruas jalan di Papua Barat.
Ketujuh ruas jalan trans di Papua yang kini tengah terus dibangun yaitu Jayapura-Sarmi, Nabire-Waghete-Enarotali, Merauke–Tanah Merah–Oksibil, Nduga-Wamena, Timika-Mapurujaya-Pomako, Serui-Menawi-Saubeba dan Enarotali-Moanemani (Dogiyai).
Sedangkan ruas jalan yang berada di Papua Barat yaitu Sorong-Manokwari, Manokwari-Bintuni, Fakfak-Hurimber-Bomberay dan Sorong-Mega Moraid.
Pada pekan lalu tim Kementerian PUPR telah tiba di Papua untuk meninjau perkembangan pembangunan jalan trans Papua yang diakui perlu untuk terus dikawal.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 17 Papua Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR Yohanis Tulak mengaku saat ini telah banyak perubahan di jalan trans Papua. Mobilisasi masyarakat untuk melakukan aktivitas juga sangat terbantu.
“2016 dari Sorong ke Manokwari bisa 18-20 jam, sekarang bisa lebih cepat dua jam jadi habis 16 jam saja. Sebagian jalan memang belum diaspal, kalau sudah kan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Selain jalan trans Sorong-Manokwari, tim Kementerian PUPR telah melihat kondisi jalan di pegunungan Papua yang kerap menjadi sasaran teror kelompok kriminal bersenjata.
Jalan-jalan trans Papua ini juga pada awal Februari lalu sudah ditinjau langsung oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan diakui kondisi fisik jalan telah terbentuk. Tinggal bagaimana tugas Pemerintah menyelesaikan sisanya seperti pembangunan jembatan mau pun pengaspalan jalan-jalan tersebut.
Keseluruhan pembangunan jalan trans Papua ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Jokowi dalam menekan tingginya biaya hidup di Papua. Jika jalan sudah jadi, harapannya proses distribusi barang ke kabupaten-kabupaten tersulit dapat ditempuh lewat jalur darat.
Tudingan Pigai
Baru-baru ini Komisioner Komnas HAM RI Natalius Pigai menyebut Pemerintah Indonesia era Presiden Jokowi telah melakukan pembohongan publik soal pembangunan jalan trans Papua.
Ia malah mengatakan pemerintah harus membuktikan pembangunan jalan trans Papua dengan mengantar rancang bangun jalan dan jembatan serta penyerapan anggaran jalan trans Papua ke Komnas HAM agar dapat diketahuinya.
Jalan Trans Papua Telah Dibangun, Tudingan Natalius Pigai Keliru
0 Response to "Jalan Trans Papua Telah Dibangun, Tudingan Natalius Pigai Keliru"
Post a Comment