Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kapolda Papua Geram Massa di Intan Jaya Sengaja Diadu Domba, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kapolda Papua Geram Massa di Intan Jaya Sengaja Diadu Domba kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kapolda Papua Geram Massa di Intan Jaya Sengaja Diadu Domba mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Insiden bentrokan massa di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada pekan lalu membuat Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw geram karena massa dinilai sengaja dibenturkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan di Pilkada Serentak 2017.
Bentrokan massa yang terjadi pada hari Kamis 23 Februari lalu menyebabkan sedikitnya tiga nyawa melayang dan puluhan lain luka-luka. Insiden bermula ketika ada pendukung salah satu paslon yang memaksa masuk dan merusak kantor KPUD Intan Jaya.
Aksi ini dipicu karena tuntutan massa agar KPUD segera membacakan pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati segera dilakukan. Namun di saat yang sama, pendukung paslon lain datang dan menyerang massa tersebut sehingga terjadi aksi saling serang menggunakan batu dan panah.
“Keadaan disana sudah bisa dikendalikan, kami mengimbau kepada Cabub-Cawabub jangan lagi mengadu domba masyarakat,” ujar Kapolda, Senin (28/02/2017).
Paulus bersama Pangdam XVII/Cenderawsih Mayjen TNI Hinsa Siburian telah melakukan pengecekan ke Intan Jaya untuk melihat kondisi keamanan pasca bentrokan. Ia cukup menyayangkan pesta demokrasi yang seharusnya berjalan lancar justru memakan korban jiwa.
“Yang paling utama ada pihak-pihak yang sengaja membenturkan masyarakat demi kepentingan politik. Giliran susah gunakan massa nanti kalau sudah jadi (Bupati) lupa masyarakat,” kata Kapolda.
Tiga orang tewas masing-masing pada hari Kamis, Jumat dan Minggu kemarin. Seluruh korban jiwa ini terkena panah ketika insiden bentrokan pecah. Puluhan masyarakat lainnya juga telah diungsikan ke Nabire agar menghindari bentrokan susulan.
Kapolda Papua Geram Massa di Intan Jaya Sengaja Diadu Domba
0 Response to "Kapolda Papua Geram Massa di Intan Jaya Sengaja Diadu Domba"
Post a Comment