Kopi “Ragusta” Sidikalang

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kopi “Ragusta” Sidikalang, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kopi “Ragusta” Sidikalang kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kopi “Ragusta” Sidikalang mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Ibu Tarigan Penjual Gilingan Biji Kopi di Pekan Saribudolok, Kabupaten Simalungun. Foto Ridwan Hutagalung.
BeritaSimalungun.com, Saribudolok-Seorang Nitizen asal Bandung bernama Ridwan Hutagalung melakukan perjalanan ke Saribudolok, Kamis (2/2/2017). Ridwan Hutagalung ngobrol dengan Ibu Tarigan yang datang dari Sidikalang ke pekan di Saribudolok.

Dia jual alat giling biji kopi mentah yang terbuat dari kayu ini. Ibu yang polos, katanya kopi yang enak itu "ragusta" dan bukan kopi "arab". Dan bahwa kopi ateng (sigararutang) bukan buat diminum karena jadi bahan untuk bikin bubuk mesiu.


Sementara itu, di banyak kota modern sampai belahan dunia lain, sigararutang dikemas dengan berbagai nama baru dan dijual di kafe² dengan harga yang lumayan tinggi. "The Beauty of Indonesia". (Lee)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kopi “Ragusta” Sidikalang"

Post a Comment