Libur Natal Terlalu Panjang, Warga di Kabupaten Mimika Palang Sekolah

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Libur Natal Terlalu Panjang, Warga di Kabupaten Mimika Palang Sekolah, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Libur Natal Terlalu Panjang, Warga di Kabupaten Mimika Palang Sekolah kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Libur Natal Terlalu Panjang, Warga di Kabupaten Mimika Palang Sekolah mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Yang namanya libur panjang pasti sangat dinantikan oleh para pelajar di seluruh pelosok Tanah Air, termasuk di wilayah provinsi Papua.


Namun hal tersebut berbeda dengan Warga di Kampung Aramsolki, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang akhirnya melakukan aksi palang sekolah karena merasa libur perayaan hari raya Natal terlalu panjang karena hingga saat ini proses belajar mengajar belum juga dilaksanakan.


Adalah Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (SD YPPK) Bulujalauki yang menjadi korban pemalangan warga setempat karena para pengajar belum juga kembali melaksanakan aktivitas layaknya sekolah-sekolah lain yang telah kembali dari libur panjang tersebut.


“Alasan warga memalang itu kan karena kegiatan belajar mengajar sejak masuk libur panjang Natal 2016 dan tahun baru 2017 sampai saat ini tidak berjalan, akhirnya puluhan siswa di situ terlantar,” kata petugas Gereja Katolik yang tinggal di Kampung Aramsolki, Silfester Dogomo, Senin (13/2), dilansir Antara.


Jangankan para guru, Silfester mengatakan bahkan kepala sekolah pun hingga saat ini tidak berada di tempat atau mungkin masih menikmati libur natal yang panjang hingga belum juga nongol di tempat tugas.


“Biasanya kepala sekolah titip kunci sehingga kalau mereka terlambat ke tempat tugas maka kami yang bantu mengajar sampai mereka datang seperti tahun lalu, tapi kali ini tidak,” kata Silfester.


Menanggapi aksi demo warga di Kampung Aramsolki, Kepala Distrik Agimuga Yulianus dirinya sangat sedih dengan potret pendidikan di Papua khususnya di wilayah Agimuga yang tidak pernah ada perubahan dari tahun ke tahun.


“Entah dengan alasan atau kendala apa, para guru dan kepala sekolah belum ada di tempat tugas. Saya juga tidak tahu mereka saat ini ada di mana. Ini sudah potret pendidikan di Agimuga,” katanya.


Selain Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (SD YPPK) Bulujalauki terdapat juga beberapa sekolah lainnya yang hingga saat ini masih menikmati libur Natal yang terlalu panjang tersebut hingga para siswa pun belum kembali dalam aktivitas belajar mengajar.


“Itu bukan karena tidak ada guru yang ditugaskan di sana tetapi memang para guru baik kontrak YPPK atau guru ASN maupun para kepala sekolah yang adalah ASN belum ke tempat tugas,” ujarnya.





Libur Natal Terlalu Panjang, Warga di Kabupaten Mimika Palang Sekolah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Libur Natal Terlalu Panjang, Warga di Kabupaten Mimika Palang Sekolah"

Post a Comment