Menkeu Sri Mulyani : Freeport Mogok Produksi yang Rugi Mereka Kok

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Menkeu Sri Mulyani : Freeport Mogok Produksi yang Rugi Mereka Kok, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Menkeu Sri Mulyani : Freeport Mogok Produksi yang Rugi Mereka Kok kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Menkeu Sri Mulyani : Freeport Mogok Produksi yang Rugi Mereka Kok mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Pemerintah Indonesia hingga saat ini tetap dengan pendirian tidak memberikan izin ekspor konsentrat kepada PT Freeport Indonesia, kecuali Freeport mau menerima Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) menggantikan Kontrak Karya (KK).


Freeport sejak tanggal 10 Februari lalu telah menghentikan sementara aktivitas menambang di Tembagapura lantaran tak lagi mendapatkan izin ekspor. Pendapatan Freeport dipastikan menurun yang ditandai dengan melepas ribuan karyawan.


Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani angkat bicara soal sikap Freeport yang tetap ngotot tak mau melepas Kontrak Karya. Menurut Menkeu jika hal ini terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan justru kerugian terbesar ada di pihak Freeport.


“Freeport ini kan perusahaan publik, kalau dia berhenti (beroperasi) dia sendiri yang rugi, sahamnya bisa turun,” ujar Sri Mulyani, Rabu (22/02/2017) kemarin.


Ia menyarankan sebaiknya Freeport berpikir panjang untuk kepentingan bersama karena selama ini Pemerintah telah membiarkan Freeport mengambil banyak untung dari Papua. Saat ini Pemerintah, kata Sri, hanya ingin memastikan optimalisasi SDA dapat dinikmati masyarakat Indonesia terlebih khusus Papua.


Hal ini menurutnya dapat terwujud jika Freeport mau menerima tawaran IUPK dari Pemerintah Indonesia sebagai ganti Kontrak Karya. Dengan menerima IUPK, Freeport akan mengantongi izin ekspor konsentrat untuk tetap melanjutkan penambangan di Papua.


Meski begitu Freeport juga tetap dituntut agar membangun perusahaan pemurnian logam (smelter) di Indonesia agar pendapatan negara bisa lebih dimaksimalkan dari SDA yang dikelolah Freeport.





Menkeu Sri Mulyani : Freeport Mogok Produksi yang Rugi Mereka Kok

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menkeu Sri Mulyani : Freeport Mogok Produksi yang Rugi Mereka Kok"

Post a Comment